KEDIRI, JP Radar Kediri- Proses pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (SNBK) berlangsung kemarin. Namun, ada beberapa sekolah yang mengalami kendala.
Mulai dari gangguan perangkat komputer hingga akses internet yang kurang memadai. Tak ayal, guru atau pengajar harus memutar otak mencari solusi.
Hal ini tentu sempat mengganggu pelaksanaan ANBK. Walaupun pada akhirnya pelaksanaan tetap bisa berjalan lancar. Misalnya di SMPN 2 Ngasem.
Sekolah ini masih baru dan masih berjalan selama tiga tahun. Sehingga hanya punya tiga perangkat komputer.
“Ada tiga cromebook bantuan dari Bank Jatim. Namun belum bisa dipakai ANBK karena belum disambungkan,” jelas Kepala SMPN 2 Ngasem Sulistyo Wulandari.
Dia mengatakan, untuk mencukupi kebutuhan pelaksanaan ANBK, maka SMPN 2 Ngasem perlu melakukan peminjaman.
Seperti meminjam 9 laptop dari SMPN 1 Kunjang serta 13 laptop dari SMKN 1 Ngasem. “Dipinjami dari disdik 10 laptop,” jelasnya.
Selain itu, di awal saat simulasi sempat terkendala listrik. Untuk listrik dengan daya 2200 watt tidak bisa mengangkat.
Saat simulasi sempat mati karena daya tidak kuat. Sehingga sekolah harus mengakali mematikan beberapa saluran listrik lainnya agar tidak mati.
“Saat simulasi sempat mati. Lalu dicoba dimatikan beberapa alat, akhirnya kuat,” tutur Sulistyo Wulandari.
Selain di SMPN 2 Ngasem, kendala juga terjadi di SMPN 2 Plemahan. Di sana jaringan wifi naik-turun.
Hal itu mengganggu pelaksanaan ANBK. “Wifi sejak gladi bersih tempo hari up down,” aku Kepala SMPN 2 Plemahan Denok wijayati.
Walau sudah dilaporkan dan dilakukan perbaikan, hasilnya masih sama. Sehinga, sekolahan harus mencari cara lain.
Yakni menyediakan tethering dari perangkat HP milik guru. Agar pelaksanaan ANBK bisa berjalan.
“Kami lakukan tethering HP beberapa guru. Satu HP bisa untuk tethering 4 laptop,” ucap Denok.
Dia mengatakan, dalam pelaksanaan ANBK, di awal masih sempat menggunakan tethering guru.
Namun akhirnya saat siang wifi sudah kembali lancar. “Alhamdulillah (siang) wifi sudah lancar,” syukurnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, bahwa pada 27-28 Agustus ini adalah pelaksanaan ANBK gelombang 2.
Adapun gelombang satu dilakukan pada 23-24 Agustus lalu. “Gelombang 1 ada 13 sekolah. Untuk gelombang 2 ada 118 sekolah,” tandas Muhsin.
Editor : Andhika Attar Anindita