JP Radar Kediri-Antusiasme pelajar di Kediri Raya mengikuti ajang Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) terus meningkat. Hal tersebut membuat persaingan dalam try out Tes Kompetensi Akademik (TKA) berhadiah ini semakin ketat. SDIT Bina Insani mengikutkan belasan siswa yang siap berkompetisi dengan ribuan pelajar tingkat dasar lainnya.
Keikutsertaan rsebanyak 17 siswa SDIT Bina Insani tersebut tak lepas dari persiapan mereka jelang TKA dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Mayoritas anak-anak menginginkan hasil terbaik agar mereka bisa SMP favorit yang diinginkan.
Seperti dikatakan oleh Safiya Rizki Fatiya. Dia mengaku sengaja ikut try out KKA agar mengetahui format soal TKA. “Agar bisa mempersiapkan diri (jelang TKA) lebih matang,” kata Safiya.
Siswa kelas VI itu mengaku sudah memiliki beberapa sekolah yang dibidik. Dia ingin mendaftar ke SMP/MTs lewat jalur prestasi. Karenanya, Safiya ingin mengoptimalkan nilai TKA-nya.
“Kompetisi Akademik Radar Kediri ini salah satu cara saya berlatih mendapat nilai terbaik di TKA. Puncaknya saya bisa diterima di MTS/SMP impian saya nanti,” lanjut Safiya bersemangat.
Untuk diketahui, KKA mengadopsi standar TKA yang digelar oleh Kemendikdasmen. Dengan mengikuti KKA, siswa bisa mempelajari format ujian dengan soal literasi dan numerasi. Setiap jenjang pendidikan akan mendapat soal yang bentuknya berbeda. Disesuaikan metode belajarnya.
Dalam KKA siswa tidak hanya belajar memahami teknis mengerjakan soal. Melainkan mereka juga bisa berlatih mengatur waktu dalam pengerjaan soal. Sehingga, siswa bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan mendapat nilai TKA terbaiknya.
Selebihnya, hasil KKA nantinya bisa menjadi tolok ukur kemampuan akademik siswa. Sehingga, mereka bisa melakukan perbaikan jika ada nilai yang dianggap masih kurang.
“Kompetisi Akademik Radar Kediri ini bisa dimanfaatkan oleh siswa untuk mengetahui posisinya dibandingkan peserta yang lain. Sekaligus bahan refleksi diri terhadap kemampuannya,” terang Kepala SDIT Bina Insani Siti Hajar.
Meski baru ada 17 siswa yang mendaftar, Siti memprediksi jumlah pendaftarnya masih akan bertambah. Sebab, anak-anak antusias untuk ikut kompetisi yang tahun ini digelar kali kedua itu. “Tidak hanya tahun ini, tahun lalu pun anak-anak juga ikut,” lanjutnya.
Lebih jauh Siti menyebut, pihaknya sudah melakukan serangkaian persiapan jelang TKA. Yakni dengan memberi bimbingan belajar (bimbel) kepada anak-anak. Selebihnya, mereka juga didorong mengikuti try out agar siswa terlatih mengerjakan soal dengan format baru.
Seperti diberitakan, Kompetisi Akademik terbuka untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Pendaftaran masih dibuka hingga 20 Agustus 2025 melalui situs rkomnibus.com. Babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025 akan digelar secara bertahap mulai awal September mendatang. (la/ut)
Editor : Mahfud