KEDIRI, JP Radar Kediri– Program Lawatan Penanda Aras dari Sekolah Rendah Integrasi Teras Islam (SRITI) dan Sekolah Menengah Integrasi Teras Islam (SMITI) Selangor, Malaysia, disambut hangat oleh jajaran pengurus YPPU Nurul Izzah di unit pendidikan Day Care, KBIT, RA Plus Nurul Izzah, dan SDIT Nurul Izzah Gurah, Kediri, Selasa (5/8).
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi pendidikan lintas negara, khususnya dalam pembinaan karakter anak dan penguatan pembelajaran Alquran sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, para tamu dari Malaysia diajak meninjau langsung berbagai kegiatan belajar anak-anak di lingkungan Nurul Izzah. Mulai dari metode pengenalan Alquran hingga pembelajaran kepemimpinan berbasis nilai-nilai Islam.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Kepala SRITI Malaysia, NurHaryati Mohd Mokhtar, mengaku terkesan dengan konsep pendidikan yang dikembangkan di Nurul Izzah.
“Kami senang dapat melihat sekolah yang sangat punya visi ke depan. Di sini, anak-anak bukan hanya diajarkan untuk mencintai Alquran, tapi juga dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan,” ujarnya.
Senada dengan itu, ketua YPPU Nurul Izzah, Rulli Renata, menyampaikan bahwa kunjungan ini diharapkan menjadi pintu pembuka kolaborasi lebih luas antara lembaga pendidikan Indonesia dan Malaysia.
“Dunia hari ini hanyalah sebuah small village. Anak-anak kita adalah warga dunia yang saling terhubung. Insyaa Allah, ke depan akan ada berbagai bentuk kerjasama antar sekolah,” ungkapnya.
Program ini diakhiri dengan sesi pertukaran cenderamata dan ramah tamah, serta harapan bersama untuk terus membangun generasi Qurani dan berakhlak pemimpin di level global.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah