JP Radar Kediri-Belasan calon siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) dari Kota Kediri bersiap mengikuti pembelajaran di Kota Kediri. Kemarin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberangkatkan 18 siswa yang akan belajar di Kota Batu itu.
Vinanda mengatakan, mayoritas mereka adalah anak dari keluarga yang masuk desil 1 dan 2 Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Artinya, mereka adalah anak dari keluarga yang tergolong kelompok miskin ekstrem. Dengan mengikuti sekolah gratis dari Pusat itu, dia berharap anak-anak itu bisa memutus rantai kemiskinan di keluarga dan di Kota Kediri.
“Karena anak-anak akan mendapatkan fasilitas. Bukan hanya pendidikan tetapi juga tempat tinggal, makan minum, alat tulis dan sepatu. Ini semuanya disediakan Pemerintah,” ujar Vinanda.
Belasan anak Kota Kediri itu menurut Vinanda akan mengenyam pendidikan di SR Unit Pelaksana Teknis Perlindungan dan Pelayanan Sosial Petirahan Anak (UPT PPSPA) Batu. Meski mereka belajar di gedung milik Dinas Sosial Jatim, pemimpin muda itu memastikan Pemkot Kediri tetap melakukan pendampingan.
Dimulai saat pemberangkatan pada Jumat (1/8) nanti yang akan difasilitasi pemkot. “Termasuk untuk kunjungan, setiap bulan nanti orang tua Insya Allah akan difasilitasi untuk mengunjungi anaknya,” lanjut Vinanda sembari menyebut kunjungan akan difasilitasi Dinsos Kota Kediri.
Dalam kesempatan kemarin, perempuan berusia 27 tahun itu berpesan agar anak-anak menjaga nama baik Kota Kediri. Di antaranya dengan menghindari tindakan perundungan, serta aktif menciptakan lingkungan belajar yang bebas bullying.
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Paulus Luhur Budi Prasetya menambahkan, belasan calon murid yang mengikuti pembelajaran di SRMP 14 Kota Batu itu akan menjadi rintisan SR di Kota Kediri. Saat ini, Kota Kediri baru menyerahkan lahan seluas 5,1 hektare sebagai bakal lokasi SR.
Menurutnya, lahan yang berada di Kelurahan Lirboyo, Mojoroto itu juga sudah disurvei oleh Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, lahan tersebut secara teknis dinyatakan memenuhi kriteria sebagai lokasi SR.
“Nanti kalau Sekolah Rakyat terwujud di sini, dan anak-anak ini belum selesai sampai tingkat SMA, maka mereka akan kami tarik ke Kediri. Karena yang kami ajukan ada di Kota Kediri nanti untuk jenjang SD, SMP, dan SMA masing-masing dua rombongan belajar,” papar Paulus.
Paulus menegaskan, dari 18 anak yang dikirim ke Kota Batu, separonya merupakan anak putus sekolah. Sembilan anak mendapat kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di SRMP Kota Batu.
“Yang sembilan anak sudah diterima di sekolah swasta. Dan kemarin saya lihat mereka (di sekolah swasta) keberatan harus membeli buku dan lain sebagainya, sehingga SR ini menjadi jawaban karena lewat sekolah ini semuanya sudah disiapkan,” tandas Paulus semua keperluan siswa akan ditanggung negara.
Salah satu anak putus sekolah yang mendapat kesempatan sekolah lagi melalui SR adalah Citra, 16. Remaja asal Kelurahan Bujel, Mojoroto itu sudah dua tahun putus sekolah. Alasan ekonomi menjadi penyebab sulung dua bersaudara itu harus putus sekolah. Sebab ayahnya jatuh sakit, dan ibunya yang bekerja serabutan kini menjadi tulang punggung keluarga.
Dalam seremoni pelepasan kemarin, Citra hanya didampingi pekerja sosial. Adapun ibunya harus mendampingi ayahnya berobat di rumah sakit. “Rasanya senang bisa sekolah lagi,” katanya sambil tersenyum (*)
Editor : Mahfud