Problem itu menjadi latar belakang munculnya kebijakan pemberlakuan tes kompetensi akademik (TKA). “Nilai TKA ini benar-benar angka asli,” ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Ashari yang mendukung kebijakan tersebut.
Agar hasil TKA maksimal, siswa harus belajar dengan tekun. Berlatih banyak soal. Hingga ikut ajang Kompetisi Kompetensi Akademik (KKA) seperti yang digagas Jawa Pos Radar Kediri bersama LBB Neutron Yogyakarta. Secara tidak langsung dapat kompetisi ini akan menjadi alat untuk mengukur kemampuan yang dimiliki masing-masing siswa.
“Saya mendukung kegiatan kompetisi kompetensi akademik ini. Sudah jarang mendengar ada acara seperti ini,” paparnya sembari mengenang dulu dia sering mengikuti lomba cerdas cermat.
Ashari menyebut kegiatan seperti kompetisi ini perlu diselenggarakan secara rutin. Agar mampu memacu siswa untuk berlomba-lomba menjadi yang terbaik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kompetisi Akademik terbuka untuk siswa SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Meliputi Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Nganjuk, Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung, dan Kabupaten Trenggalek.
Pendaftaran masih dibuka hingga 15 Agustus 2025 melalui website rkomnibus.com. Babak penyisihan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025 akan digelar secara bertahap mulai awal September mendatang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian