Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Keasyikan MPLS Hari Pertama, Orang Tua pun Ikutan Bermain

Ayu Ismawati • Selasa, 15 Juli 2025 | 14:51 WIB

 

Siswa baru SDN Betet Tiga memainkan games berburu bola dengan kondisi mata tertutup dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari pertama kemarin (14/7).
Siswa baru SDN Betet Tiga memainkan games berburu bola dengan kondisi mata tertutup dalam masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) hari pertama kemarin (14/7).

JP Radar Kediri-Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tak melulu diisi dengan kegiatan tour sekolah yang kaku. Beberapa sekolah mengemasnya lewat kegiatan yang menyenangkan. 

Di antaranya dengan mengajak anak-anak bermain. Tujuannya agar mereka kaget dengan lingkungan barunya.

Seperti di SDN Betet 3 kemarin. Puluhan siswa diajak memainkan games bersama orang tua mereka. Memakai seragam merah putih, bocah-bocah yang baru lulus dari taman kanak-kanak itu berbaris menyerupai kereta.

Dengan mata ditutup kain, ‘kereta buta’ itu harus mencari bola-bola plastik. Sebelumnya bola-bola itu disebar di sekeliling. 

Demi menemukan bola, mereka harus mengikuti instruksi dari orang tua. Para orang tua tersebut memberi komando dari belakang. 

“Kami ingin melibatkan orang tua karena memang peran orang tua itu sangat menentukan efektivitasnya nanti ketika anak-anak terjun ke pembelajaran,” ujar Kepala SDN Betet 3 Lilik Suhariyati. 

Kereta dari barisan bocah itupun melaju tak jelas arahnya. Beberapa bahkan sampai menabrak barisan kelompok lain.

Bahkan, ada yang melaju sampai ke segerombolan ortu yang menyaksikan dari pinggir lapangan sekolah. Meski demikian, aksi bocah-bocah itu justru memicu gelak tawa para orang tua. 

“Seru banget, ya. Kan baru masuk sekolah di kelas 1 ini. Jadi kaget juga,” kata Pinky Pera, 25, salah satu orang tua siswa sembari tertawa. 

Baginya, permainan kereta buta kemarin bisa efektif membangun hubungan emosional dan kebersamaan dengan anak. Yakni lewat aktivitas yang menyenangkan. 

“Tadi (14/7) kan disuruh mengumpulkan bola. Harus berbaris, kalau ditepuk (pundak) kiri, belok kiri. Kalau tepuk dua kali, lurus. Tapi anak-anak nggak bisa. Jadi lucu kemana-mana,” sambungnya. 

Tak hanya ibu saja. Beberapa ayah juga nampak mendampingi anak-anak di hari pertama sekolah. Salah satunya Alif Fahri, 28. 

Tahun ini anak pertamanya juga mulai memasuki bangku SD.  Karena itulah dia tak ingin menyia-nyiakan momen itu, dia juga mengantar dan mendampingi anaknya di hari pertama MPLS. 

“Memang sengaja ingin mengantar sendiri. Karena senang saja anaknya sudah masuk SD,” ujar pria asal Perumahan Betet Indah itu. 

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Kediri memberi imbauan agar orang tua mengantar anaknya di hari pertama masuk sekolah. “Utamanya kami ingin mendekatkan anak dan orang tua. Jadi kalau bisa anak diantarkan ke sekolah. Khususnya untuk kelas kecil, ya (jenjang SD, Red),” ujar Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Dinas Pendidikan Kota Kediri Achmad Wartjiantono. (*)

Editor : Mahfud
#orang tua #permainan #mpls