JP Radar Kediri-Sejumlah persiapan jelang dimulainya pembelajaran di Sekolah Rakyat (SR) terus dikebut. Selain menyiapkan sarana dan prasarana (sarpras) penunjang pelaksanaan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu, kesiapan guru dan tenaga kependidikan juga terus dipacu.
Mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan kini dilengkapi. Dari sejumlah kandidat kepala sekolah, kementerian memilih Fadeli sebagai kepala SR Kediri.
Terbaru, pemerintah sudah memilih kepala sekolah SR di Kabupaten Kediri. “Hasil pengumuman dari pemerintah pusat, Pak Fadeli jadi kepala sekolahnya,” kata Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kediri Ariyanto tentang terpilihnya kepala Bidang Pendidikan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri itu.
Selain kepala sekolah yang sudah terpilih, ada 17 guru yang disiapkan untuk mengajar anak-anak. Mereka merupakan lulusan pendidikan profesi guru (PPG) yang ditempatkan di SR. Selain dari Kediri, para guru juga berasal dari Malang, Ponorogo, dan Nganjuk.
Selebihnya, tenaga kependidikan masih dalam proses seleksi. Mereka adalah bendahara, operator, wali asuh, dan wali asrama. “Pelaksanaan seleksi dari pusat semua, saat ini masih menunggu hasilnya,” terang pria yang akrab disapa Ari itu.
Khusus untuk para guru, menurut Ari mereka mengikuti pembekalan secara online sejak Kamis (10/7) lalu. Dipandu oleh tim dari Pusat, belasan guru mendapat berbagai materi. Mulai persiapan pembelajaran, kurikulum, dan teknis lainnya. Sesuai rencana pembekalan akan berlangsung sampai hari ini (12/7).
Untuk diketahui, nama SR di Kabupaten Kediri sudah keluar di Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen. SR Kabupaten Kediri bernama Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri.
Ari memastikan semua sarpras untuk operasional sekolah sudah siap. Pemkab Kediri tinggal menunggu penanggung jawab SR melakukan pengecekan akhir. “Kami nunggu checklist dari PIC (person in charge, Red), kekurangannya apa akan dipenuhi,” jelas Ari sembari menyebut mereka akan datang ke Kediri sebelum 14 Juli yang disebut-sebut sebagai launching SR itu.
Sementara itu, jelang pembelajaran, sebanyak 100 siswa akan mengikuti pemeriksaan kesehatan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri Ahmad Khotib melalui Sub Koordinator Kesehatan Keluarga (Kesga) dan Gizi Retno Nur Azizah mengatakan, pemeriksaan kesehatan untuk mengidentifikasi faktor risiko anak. Sekaligus mendeteksi kondisi pra-penyakit agar tidak berkembang menjadi penyakit.
“Mendeteksi penyakit lebih awal anak agar dapat diberikan penanganan yang tepat. Mencegah komplikasi serta menurunkan risiko kecacatan dan kematian,” tandasnya.
Adapun pemeriksaan menurut Retno meliputi pemeriksaan status gizi. Termasuk mendeteksi apakah anak merokok atau tidak. Kemudian, mendeteksi tingkat aktivitas fisik, tekanan dan gula darah.
Tim kesehatan juga akan mendeteksi apakah siswa terjangkit tuberculosis dan talasemia. Khusus untuk remaja putri dideteksi apakah mereka terkena anemia. “Telinga, mata, gigi, jiwa hati, serta kesehatan reproduksi dan scabies,” jelas Retno terkait pemeriksaan untuk siswa perempuan secara spesifik. (*)
Editor : Mahfud