Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada 70 SMK Swasta di Kediri, Mengapa Baru Tiga yang Penuhi Pagu?

Ayu Ismawati • Jumat, 11 Juli 2025 | 15:19 WIB
Ilustrasi SPMB
Ilustrasi SPMB

JP Radar Kediri- Proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) masih terus berlanjut. Selain proses pendistribusian siswa yang mengajukan pengisian sisa kuota, juga berlangsung SPMB untuk sekolah swasta.

Hasilnya, tak banyak sekolah negeri, baik SMA maupun SMK yang punya sisa kuota. Di sisi lain, sekolah swasta masih membuka lebar penerimaan siswa baru. Dan, baru sebagian kecil saja yang sudah terpenuhi pagunya.

Kasi SMK Cabdindik Jatim Wilayah Kediri Sidik Purnomo mengatakan, pendistribusian siswa disesuaikan dengan sisa kuota yang belum terpenuhi. Namun demikian, menurutnya sebagian besar sekolah negeri sudah terpenuhi pagunya sejak Selasa (8/7) lalu.

“Terutama yang kota sudah full semua. Paling andaikan masih bisa didistribusikan, tersisa sekolah yang di kabupaten. Itupun tidak banyak,” ujarnya.

Adapun pertimbangan pihaknya selain ketersediaan kuota juga menimbang jarak. Siswa sebisa mungkin diarahkan di sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal.

Jika mayoritas sekolah negeri sudah terpenuhi pagunya, berbeda dengan sekolah swasta. Sidik mengatakan peluang sekolah di SMA maupun SMK swasta masih besar. Khususnya di SMK swasta yang dari puluhan lembaga, baru tiga sekolah yang sudah ditutup pendaftarannya karena pagu yang sudah terpenuhi.

“SMK swasta yang sudah tutup berdasarkan laporan yang sudah masuk baru SMK Canda Bhirawa Pare, SMK PGRI 1 Kota Kediri, serta SMK Kartanegara Wates,” ungkapnya.

Padahal jumlah SMK swasta di Kota dan Kabupaten Kediri mencapai 70 lembaga. Dan mayoritas masih membuka SPMB. Dengan demikian, pihaknya mengimbau siswa tidak khawatir untuk mendapatkan sekolah di sekolah swasta.

“Semua sekolah baik SMA maupun SMK di kabupaten dan kota masih siap menerima siswa baru selain tiga itu,” tandas Sidik.

Karena beberapa sekolah swata belum terpenuhi pagunya, rata-rata penerimaan murid baru menurutnya akan berjalan hingga berakhirnya Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS). Tahapan itu akan berlangsung mulai pekan depan di sekolah masing-masing.

Untuk diketahui, pada Senin (7/7) lalu, ratusan calon siswa dan orang tua berbondong-bondong mendatangi kantor cabdin. Mereka mengajukan permohonan untuk bisa sekolah di sekolah negeri.

Sebab setelah tahapan SPMB Jatim ditutup, beberapa sekolah belum terpenuhi kuotanya. Salah satunya disebabkan siswa yang tidak melakukan daftar ulang padahal sudah ditetapkan lolos di beberapa jalur.

Hasilnya, Cabdindik Jatim Wilayah Kediri menerima kurang lebih 100 pengajuan. Dari data yang sudah dihimpun itu, cabdindik mulai mendistribusikan ke sekolah-sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya.

Editor : Mahfud
#SPMB 2025 #cabdindik jatim #smk swasta #kuota