Sidik Purnomo, Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri mengatakan, semua sekolah SMK dan SMA di Kediri Raya telah memenuhi syarat akreditasi. Sehingga layak mengikuti TKA. Namun begitu, ada syarat lain yang juga wajib dipenuhi yaitu kesiapan teknis device dan perangkat.
"Karena TKA akan dilakukan secara daring maka sekolah harus memastikan ketersediaan komputer, jaringan listrik, dan internet yang memadai," jelasnya.
Selain itu, sekolah juga harus menyiapkan sumber daya manusia seperti teknisi dan petugas yang bertanggung jawab menangani aspek teknis pelaksanaan TKA. Sumber daya manusia ini nantinya bertugas mendampingi dan mengawal jalannya ujian.
Sidik menambahkan, petunjuk teknis pelaksanaan dari pusat belum lengkap. Termasuk soal ujian TKA dan model perangkat yang digunakan serta jenis aplikasi yang akan dipakai dalam TKA.
Di tingkat sekolah menengah, teknisnya mulai dipersiapkan. Di SMKN 1 Kediri, misalnya, pihak sekolah nantinya akan menghitung jumlah siswa yang akan ikut serta, dan merancang pembagian ruangan juga jumlah pengawas.
Ali Masrofi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 1 Kediri, mengatakan, pihak sekolah masih belum mengetahui seperti apa bentuk soal TKA.
"Yang kini kami siapkan dulu adalah perangkatnya, termasuk komputer, dan ruangan," jelasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Idham Muttaqien, Waka Kurikulum SMKN 2 Kediri. Saat ini belum ada pelatihan resmi dari pemerintah untuk teknisi dan jenis soal dari TKA seperti yang biasa dilakukan sebelum ujian nasional beberapa tahun lalu.
"Kami sudah punya server sendiri. Untuk perangkat sudah. Tapi kami masih menunggu kejelasan, apakah boleh pakai HP atau wajib komputer," katanya. Jika nanti harus menggunakan laptop maka sekolahnya bisa menjangkau sekitar 250 siswa
Baca Juga: KKN Jadi Pilar Kolaborasi Mahasiswa dan Warga, Dorong Ekonomi dan Lingkungan Lebih Baik
Ia juga menambahkan, untuk soal, kisi-kisi, dan simulasi resmi dari pemerintah belum dirilis. Itu sebabnya banyak sekolah yang masih meraba-raba dalam menyiapkan teknis TKA.
Sementara itu, sebagai bentuk latihan awal dan pengenalan model soal penalaran, Jawa Pos Radar Kediri bersama Neutron Yogyakarta menyelenggarakan Kompetisi Kompetensi Akademik 2025. Kompetisi ini terbuka untuk siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK dari wilayah Kediri, Nganjuk, Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek.
Pendaftaran dibuka hingga 15 Agustus nanti secara daring melalui laman resmi rkomnibus.com. Panitia menyebut bahwa soal-soal dalam kompetisi telah disusun mengacu pada pendekatan TKA, sehingga bisa menjadi simulasi awal sebelum siswa menghadapi ujian resmi dari pemerintah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian