JP Radar Kediri-Meski Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK negeri sudah berakhir, sejumlah sekolah swasta agaknya belum menerima limpahan pendaftar secara maksimal. Hingga kemarin keterisian pagu sekolah belum mencapai separo.
Untuk diketahui, lulusan SMP/MTs di seluruh Kota Kediri dan Kabupaten Kediri tahun ini berkisar 32 ribu siswa. Sedangkan daya tampung SMA dan SMK negeri di Kediri Raya hanya sekitar 13 ribu siswa.
Dengan demikian, ada sekitar 19 ribu siswa yang bisa diserap oleh SMA/SMK swasta di Kediri Raya. Namun, hingga kemarin agaknya belum banyak siswa yang mendaftar ke sekolah swasta.
“Kalau dari target yang kami tetapkan, baru 30 persen (keterisian pagu, Red). Jadi memang masih belum signifikan dibanding target yang kami inginkan,” kata Kepala SMA Pawyatan Daha Kediri Aziz Mashudi.
Menurutnya, sosialisasi kepada calon siswa juga sudah dimaksimalkan. Dia menengarai, kekurangan siswa yang dialami sekolahnya itu juga dipicu oleh lulusan SMP/MTs dalam Kota Kediri yang tidak sebanyak dari Kabupaten Kediri.
“Saya juga tidak paham betul apakah anak-anak ini ke pondok sehingga tidak melanjutkan jenjangnya, atau mereka tidak sekolah. Jadi cukup lulus SMP saja. Itu kondisi yang perlu disurvei,” lanjutnya.
Karena itu, dia mendorong adanya pendataan yang menyeluruh. Termasuk memetakan siswa-siswa lulusan SMP/MTs yang belum mendapat sekolah. Sehingga, sekolah-sekolah swasta yang kekurangan murid bisa menjangkau potensi calon siswa yang belum mendapat sekolah.
“Jadi misal lulusan SMP A jumlahnya sekian, yang masuk negeri sekian, yang masuk swasta sekian, yang tidak sekolah sekian. Nah, data konkret by name by address-nya itu nggak ada,” bebernya.
Dengan keterisian pagu yang belum mencapai separonya, sekolah yang berada di Kelurahan Balowerti itu tetap membuka penerimaan murid baru. Setidaknya hingga pagu mendekati target atau hingga cut-off data pokok pendidikan (dapodik) pada Agustus mendatang.
“Sekarang ini jomplangnya jauh. Sekolah favorit muridnya bisa ratusan. Tapi sekolah lain jangankan sampai ratusan, mencari puluhan saja sulit,” keluhnya berharap ada kebijakan untuk sekolah swasta.
Padahal secara kualitas dan kurikulum, dia menjamin sekolah swasta tak kalah dibandingkan sekolah negeri. Terkait pembiayaan, menurutnya ada mekanisme pengusulan beasiswa untuk siswa kurang mampu.
Kualitas Sama Baik, Cabdindik Minta Siswa Tak Khawatir
Terkait berakhirnya SPMB di sekolah negeri, Kasi SMA PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi menekankan agar siswa maupun orang tua tidak khawatir. Sebab, semua sekolah swasta masih menerima murid baru. Dari sisi kualitas pendidikan, tidak sedikit sekolah swasta yang sudah merupakan sekolah penggerak.
“Ada tiga SMA swasta berstatus sebagai sekolah penggerak. Ada SMA Muhammadiyah Kediri, SMA Ar Risalah, dan SMA Pawyatan Daha,” ujarnya sembari menyebut beberapa SMA swasta juga berakreditasi A. Sama dengan sekolah negeri.
Dengan parameter pengukuran yang sama, dia memastikan kualitas pendidikannya juga sama. “Kurikulum yang diterapkan juga sama. Sebagian SMA swasta memiliki sarana dan prasarana yang sangat memadai,” tandasnya. (*)
Editor : Mahfud