Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ngotot Masuk Smada dengan Nilai 88, Puluhan Siswa Panik Datangi Kantor Cabdindik Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 8 Juli 2025 | 18:45 WIB
Para siswa lulusan SMP yang mendatangi kantor Cabdindik Kediri.
Para siswa lulusan SMP yang mendatangi kantor Cabdindik Kediri.

KOTA, JP Radar Kediri-Tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) sudah selesai. Namun, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri membuka posko bagi siswa yang belum mendapat sekolah. Hasilnya, puluhan siswa berbondong-bondong mendatangi kantor cabdindik kemarin.

          Pantauan koran ini, siswa dan orang tuanya mulai berdatangan sekitar pukul 09.00. Mereka membawa sejumlah berkas. Di antaranya foto kopi ijazah hingga surat permohonan untuk mendaftar ke sekolah, dilengkapi tanda tangan dan materai.

          Ada sekitar 100 siswa yang kemarin mendatangi kantor cabdindik. Di depan mereka, Kacabdindik Adi Prayitno menawarkan pagu di beberapa sekolah yang masih kosong.

Di Kota Kediri, siswa diberi opsi untuk masuk ke SMAN 4 dan SMAN 6. Selebihnya, siswa ditawari untuk masuk ke beberapa SMA dan SMK di Kabupaten Kediri yang pagunya belum penuh.

“Tapi hanya hari ini saja (bisa mendaftar). Besok (8/7) sudah tidak bisa,” kata Adi di depan siswa dan orang tua mereka.

          Meski sudah diberi tahu jika pagu sekolah lainnya sudah penuh, tidak sedikit siswa yang bersikeras ingin masuk ke SMAN 2 (Smada) Kota Kediri dan SMAN 1 (Smast) Kota Kediri. Adi pun harus berkali-kali memberi penjelasan jika siswa hanya bisa mendaftar di sekolah yang pagunya belum penuh.

          “Kalau di Smada dan Smast nanti kalian berdiri karena bangkunya sudah penuh,” candanya sembari menanyakan nilai rata-rata siswa. Ternyata, nilai mereka mayoritas 88. Jauh di bawah nilai terendah untuk masuk ke Smada dan Smast yang di atas 90.

Setelah beberapa kali mendapat penjelasan, mayoritas siswa bisa memilih opsi sekolah yang ditawarkan.

Hanya beberapa saja yang meninggalkan ruangan alias tidak mendaftar karena bersikeras ingin masuk ke dua sekolah favorit itu.

          Adi mengatakan, posko SPMB dibuka oleh Cabdindik Provinsi Jatim Wilayah Kediri karena ada beberapa sekolah yang pagunya belum terpenuhi.

Meski demikian, pihaknya hanya memberi toleransi kemarin (7/7). Adapun hari ini sudah tidak bisa mendaftar lagi.

          “Akhirnya anak ini dengan kerelaan, tidak dipaksa, bersekolah di negeri yang terdekat dan yang diinginkan karena memang ada bangku kosong,” beber Adi.

Baca Juga: Ribuan Tak Lolos SPMB SMK Tahap Akhir, Ini Saran Cabdindik Wilayah Kediri kepada Siswa yang Harus Cari Sekolah Swasta

          Bagaimana jika hari ini masih tetap ada bangku kosong di SMA dan SMK negeri? menurut Adi pendaftaran sudah ditutup. Otomatis bangku di sekolah tersebut akan tetap dibiarkan kosong.

“Karena lulusan SMP dan tsanawiyah tidak selalu ingin sekolah negeri. Terkadang langsung memilih ke swasta yang lebih berkualitas,” tandasnya.

          Sementara itu, selain SMA/SMK di Kediri Raya, pagu sejumlah SMP negeri di Kabupaten Kediri juga belum penuh.

Salah satunya SMPN 2 Plemahan. Dengan jumlah pagu 222, pendaftar di sana hanya 159 anak. Di pendaftaran tahap III yang dibuka sejak Sabtu (5/7) lalu, hanya ada tambahan tiga siswa saja.

“Saat ini hanya terisi 162 saja. Dari limpahan (satu, Red) dan dua pendaftar,” kata Kepala SMPN 2 Plemahan Denok Wijayati.

Denok mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upapa untuk menarik peserta didik.

Sekolah juga melacak lulusan SD di sekitar sekolah. Hingga menghubungi kepala SD dan guru SD untuk menanyakan keberadaan murid-muridnya. Namun, pagu SMPN 2 Plemahan tetap belum penuh.

Terkait pagu sejumlah SMP yang belum penuh, Kepala Disdik Kabupaten Kediri Mokamat Muhsin mengatakan, jika ke depan pagu tetap belum penuh, pihaknya akan melakukan perampingan rombel.

“Nanti akan kami lihat, bisa jadi murid per kelas kami kembalikan ke standar. Maksimal 32 siswa,” papar Muhsin.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#SPMB Jawa Timur 2025 #SPMB 2025 #berita kediri hari ini