Survei ini dilakukan untuk mengetahui potensi dan kebutuhan masyarakat agar program KKN nantinya bisa lebih tepat sasaran.
Mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok 81 turun langsung ke beberapa RW untuk melihat langsung kondisi lingkungan, potensi lokal, serta permasalahan warga.
Dari hasil survei, ditemukan bahwa wilayah ini memiliki banyak peluang, khususnya di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Di RW 9, contohnya, terdapat budidaya ikan lele yang berkembang cukup baik.
Namun, pelaku usaha masih kesulitan memasarkan produk, meski sudah memiliki akun Instagram untuk promosi.
Tak hanya itu, Embong Kaliasin juga punya Sentra Wisata Kuliner (SWK) dan sejumlah UMKM makanan yang cukup aktif.
Sayangnya, potensi lain seperti UMKM batik masih belum tergarap maksimal. Padahal, produk batik lokal bisa dikembangkan dan dibantu pengurusannya untuk mendapatkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), agar punya nilai jual lebih tinggi.
Kegiatan KKN ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
Dalam pelaksanaannya, mereka juga menemukan bahwa aplikasi Peken platform digital untuk jual beli produk lokal belum dikenal luas oleh warga.
Saat ini, pengguna aktif aplikasi tersebut masih didominasi oleh kalangan PNS. Oleh karena itu, mahasiswa menyarankan agar dilakukan sosialisasi lebih luas bersama Dinas Koperasi dan UMKM, termasuk pelatihan penggunaan QRIS dan cara membuat akun penjual.
Permasalahan lain yang ditemukan adalah kurangnya keterampilan pelaku UMKM dalam hal pengemasan produk.
Banyak yang masih memakai kemasan sederhana tanpa desain menarik. Karena itu, pelatihan desain kemasan jadi salah satu program penting yang akan dijalankan.
Agar promosi lebih maksimal, warga juga diharapkan mendapat pelatihan digital marketing, seperti membuat konten kreatif di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Dengan cara ini, produk lokal bisa menjangkau pasar yang lebih luas.
Selain fokus pada UMKM, mahasiswa juga mencatat adanya kegiatan sosial dan edukatif yang rutin dilakukan warga, seperti sinau bareng dan posyandu.
Kegiatan-kegiatan ini bisa diajak bekerja sama dalam pelaksanaan program harian KKN, terutama di bidang edukasi, kesehatan, dan pemberdayaan.
Dari hasil survei, RW 8, RW 9, dan RW 13 menjadi wilayah prioritas program KKN karena jumlah UMKM yang cukup banyak dan adanya potensi kerja sama yang kuat dengan warga.
Melalui kegiatan ini, diharapkan program KKN bisa memberikan dampak langsung dan nyata bagi masyarakat Embong Kaliasin.
Mahasiswa Kelompok 81 pun siap berkontribusi, berinovasi, dan berkolaborasi demi kemajuan wilayah tempat mereka mengabdi.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira