Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SPMB Tingkat SMP di Kota Kediri, Jalur Domisili Umum Jadi Asa Terakhir

Ayu Ismawati • Senin, 30 Juni 2025 | 17:48 WIB

  

Ilustrasi SPMB
Ilustrasi SPMB

JP Radar Kediri- Harapan lulusan sekolah dasar (SD) maupun madrasah ibtidaiyah (MI) di Kota Kediri masuk ke sekolah menengah pertama (SMP) negeri tinggal satu. Mereka harus memanfaatkan jalur domisili khusus. Jalur ini menjadi akhir dari proses sistem penerimaan murid baru (SPMB) yang digelar dinas pendidikan (disdik).

Karena tersisa satu jalur, tingkat persaingannya pun tinggi. Diperkirakan ribuan lulusan SD dan MI yang belum tertampung akan bersaing masuk ke sembilan SMP negeri. Padahal kuota yang tersisa hanya seribuan kursi saja. Sisanya, sudah pasti harus mencari SMP-SMP swasta.

“Kan memang daya tampung di SMP negeri sangat terbatas. Karena hanya ada sembilan SMP negeri di Kota Kediri,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) Achmad Wartjiantono.

Pria yang karib disapa Anton ini menambahkan, pihaknya tak menampik bakal banyak lulusan SD dan MI yang tak tertampung dalam SPMB SMP negeri tahun ini. Mereka pun harus melanjutkan pendidikan ke sekolah-sekolah swasta.

Meski demikian, dia meminta siswa maupun orang tua (ortu) tidak khawatir. Sebab meskipun pilihan tersisa di sekolah swasta, proses pendidikan tetap sama dengan sekolah negeri. Termasuk kualitas pendidikannya yang bisa disandingkan dengan sekolah negeri.

“Di Kota Kediri sampai saat ini masih banyak SMP swasta yang berkualitas baik dan masih melaksanakan SPMB,” tandas Anton.

Selain itu, Anton melanjutkan, disdik juga tetap memfasilitasi siswa dan ortu yang ingin membutuhkan informasi. Kebutuhan informasi itu akan tetap dibantu khususnya terkait SPMB di sekolah swasta.

Sedangkan terkait biaya sekolah di SMP swasta, siswa dan ortu juga tak perlu khawatir. Sebab permohonan beasiswa tetap bisa diakomodasi meski masuk SMP swasta.

“Terutama untuk keluarga tidak mampu yag masuk dalam data keluarga miskin atau DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial yang kini bernama data tunggal sosial ekonomi nasional disingkat DTSEN, Red),” beber Anton.

Kembali ke SPMB jalur domisili umum, proses pendaftaran jalur terakhir ini akan berlangsung 3 sampai 4 Juli. Pagu di jalur ini ditetapkan minimal 40 persen dari kuota keseluruhan. Kemudian, 10 persen dari kuota jalur domisili sudah terisi yang jalur domisili khusus yang seleksinya tuntas 26 Juni lalu.

Dalam pendaftaran online jalur domisili umum, calon siswa dalam memilih sembilan pilihan sekolah. Mekanisme seleksi jalur domisili umum akan menggunakan rekapitulasi nilai. Jika didapati nilai yang sama, maka urutan pemeringkatan siswa ditentukan berdasarkan urutan pilihan sekolah dan yang mendaftar lebih awal.

Nantinya, hasil seleksi akan diumumkan pada 7 Juli. Di hari yang sama, siswa yang ditetapkan lolos bisa melakukan daftar ulang secara offline di sekolah tujuan hingga 8 Juli 2025. (*)

 

Editor : Mahfud
#jalur domisili #SPMB SMP #kota kediri