JP Radar Kediri-Ribuan pelajar SMA/MA/SMK/sederajat bersaing dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) kemarin. Seleksi yang berlangsung selama dua hari itu sempat diwarnai insiden di beberapa satuan pendidikan.
Salah satunya listrik padam yang membuat belasan siswa di satu sekolah langsung tak lolos seleksi di hari pertama, Selasa (24/6) lalu.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, di hari kedua kemarin ada lima mata pelajaran (mapel) yang dilombakan. Yakni, ekonomi, astronomi, kimia, kebumian, dan fisika.
Sedangkan hari pertama Selasa (24/6) lalu, mapel yang dilombakan meliputi matematika, informatika, geografi, dan biologi. Jumlah dan bentuk soal, serta waktu pengerjaannya pun berbeda-beda tiap mapel.
Operator Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Yazid Bastomi mengatakan, total ada 50 satuan pendidikan di Kota Kediri dan Kabupaten Kediri yang mengikuti seleksi OSN-K. Bahkan, ada pula peserta dari jenjang SMP dan MTs. Dengan jumlah peserta mencapai 1.511 pelajar.
“Dari Kota Kediri ada 599 siswa. Dari Kabupaten Kediri ada 912 siswa,” ungkapnya.
Terkait pelaksanaan seleksi selama dua hari itu, Yazid mengatakan secara umum lancar. Namun ada satu sekolah yang terkendala di hari pertama karena insiden listrik padam.
Padahal, sebelumnya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar tidak dilakukan pemadaman listrik di waktu tersebut.
“Kami sudah koordinasi dengan PLN, sebetulnya. Dan (setelah listrik padam, Red) PLN langsung bergerak. Tapi saat nyala itu waktunya sudah mau habis,” terang Yazid terkait insiden di salah satu sekolah di Kecamatan Mojo itu.
Akibatnya, siswa di sekolah tersebut tidak bisa melanjutkan pengerjaan soal setelah komputer mereka padam. Meski siswa kehabisan waktu karena kendala teknis, menurutnya tetap tidak ada pengulangan atau ujian susulan.
“Tapi hanya yang hari pertama. Yang hari ini (25/6) tetap bisa melaksanakan tetapi kan berbeda anak (di mapel yang berbeda, Red),” urainya, ditemui saat memonitor pelaksanaan OSN-K di SMAN 1 Kediri kemarin.
Sedangkan di hari kedua kemarin, pelaksanaannya sempat diwarnai gangguan server. Server pusat sempat down beberapa saat. Ujian yang seharusnya dimulai pukul 08.00 itu sempat molor beberapa menit.
“Insya Allah sekitar 20 menit (server baru bisa diakses, Red),” ungkapnya.
Untuk diketahui, tahun ini ada kebijakan berbeda dalam pelaksanaan OSN. Yakni, pelajar SMK bisa mengikuti olimpiade tersebut. Meski demikian, Yazid mengatakan di Kediri Raya belum banyak SMK yang mengikuti seleksi OSN.
“Untuk Kota Kediri itu hanya satu, SMK swasta. Kemudian untuk Kabupaten Kediri itu ada empat SMK,” beber Yazid terkait kebijakan baru tahun ini.
Sementara itu, di Kota dan Kabupaten Kediri, sekolah yang siswanya ikut OSN seluruhnya memilih menyelenggarakan di institusi masing-masing. Salah satunya di SMA Negeri 1 Kediri. “Ada 43 siswa kami yang mengikuti OSN selama dua hari ini,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMA Negeri 1 Kediri Arif Syah Putra. (*)
Editor : Mahfud