JP Radar Kediri- Seleksi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II untuk jalur nilai prestasi akademik SMA telah diumumkan kemarin (24/6). Hasilnya, ribuan pendaftar terlempar dari jalur yang seleksinya berdasarkan nilai akhir itu. Mereka masih harus berjuang memperebutkan bangku jalur domisili yang jadi pintu masuk terakhir ke SMA negeri.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, sedikitnya ada 2.116 pendaftar jalur nilai prestasi akademik di tujuh SMA negeri di Kota Kediri. Sedangkan pagu jalur ini hanya 736 siswa. Praktis, ada 1.380 siswa yang masih harus berjuang di jalur terakhir—yakni jalur domisili—untuk bisa sekolah di SMA negeri.
Adapun dari siswa yang sudah dinyatakan lolos jalur prestasi akademik itu, beberapa justru menyatakan ingin membatalkan pendaftaran. Sedikitnya ada sekitar 10 siswa maupun orang tua (ortu) siswa yang ingin membatalkan penerimaan karena tidak cocok dengan sekolah tujuan.
Temuan itu dibenarkan Operator Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Yazid Bastomi. Di jalur ini, siswa bisa memilih maksimal tiga SMA.
Di beberapa kasus, siswa mencantumkan tiga sekolah. Namun, karena diterima di pilihan kedua atau ketiga, siswa dan ortu tidak ingin melanjutkan dan ingin mencoba jalur berikutnya agar bisa diterima di sekolah prioritasnya.
“Untuk yang sudah diterima (di satu jalur) itu sudah nggak bisa daftar lagi, walaupun dia tidak daftar ulang. Kalaupun dia menyatakan tidak daftar ulang dan mengundurkan diri, kuotanya itu akan dialokasikan di tahap berikutnya, di pemenuhan kuota,” ujar Yazid.
Artinya, personal identification number (PIN) yang dipakai siswa untuk mendaftar sudah tidak bisa digunakan kembali. Itu jika siswa sudah dinyatakan diterima di jalur sebelumnya. “Sudah tidak bisa dipakai lagi (jika sudah dinyatakan diterima, Red),” tandasnya.
Kemarin, sedikitnya ada 10 siswa atau ortu yang melapor ke cabdisdik terkait itu. Diperkirakan kasus serupa juga ditemui di tingkat sekolah di masing-masing satuan pendidikan di Kota dan Kabupaten Kediri.
“Dan itu merata di seluruh cabang dinas ada pertanyaan seperti itu. Alasannya (dari siswa atau ortu) nggak srek, gitu. Jadi pilihan 1, 2, dan 3 diisi. Tapi pilihan 2 dan pilihan 3 sebenarnya nggak srek (tidak cocok, Red),” ungkap Yazid.
Untuk diketahui, setelah hasil seleksi diumumkan kemarin, siswa sudah mulai melakukan daftar ulang. Tahapan itu berlangsung dua hari hingga hari ini (25/6). Sedangkan untuk pendaftar SMA yang belum lolos masih bisa mendaftar di jalur domisili. Jalur domisili SMA akan dibuka pendaftarannya mulai 26 – 27 Juni mendatang, bersamaan dengan jalur domisili SMK.
Untuk jenjang SMK, setelah jalur domisili masih ada jalur nilai prestasi akademik. Jalur di tahapan terakhir itu akan dibuka pendaftarannya pada 2 – 3 Juli mendatang.
Coret Piagam Tingkat Kecamatan di SPMB SMP Kabupaten Kediri
Sementara itu, di SPMB SMP Kabupaten Kediri hari kedua kemarin, panitia tetap menemukan sejumlah berkas yang tidak sesuai. Di antaranya sertifikat prestasi hingga kartu keluarga (KK) yang perpindahannya belum genap setahun.
Temuan tersebut salah satunya didapati di SMPN 2 Pare. Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Pare Dian Sastra Negara mengatakan, pihaknya mendapati beberapa prestasi tingkat kecamatan yang ikut didaftarkan. “Padahal seharusnya minimal tingkat kabupaten,” katanya tentang sertifikat yang dibawa oleh tujuh pendaftar itu.
Sertifikat yang tidak sesuai itu menurut Dian langsung ditolak alias tidak bisa dimasukkan ke pembobotan SPMB. Akibatnya, siswa hanya bisa menggunakan nilai rapor.
Selain sertifikat yang tidak memenuhi syarat, Dian juga mendapati ada KK baru yang pemecahan atau perpindahannya belum genap setahun. “Sebagian pecah keluarga, sebagian perubahan ke barcode, “ jelasnya tentang temuan lebih dari 10 pendaftar itu.
Meski KK baru mereka dianggap tidak memenuhi syarat, pendaftar bisa menunjukkan KK lama. Sehingga, pendaftaran siswa tetap bisa diproses.
SPMB SMA Jalur Prestasi Akademik:
- Total ada 2.116 pendaftar di tujuh SMA negeri Kota Kediri, padahal pagu yang tersedia hanya 736 siswa
- Sebanyak 1.380 siswa yang terlempar dari jalur prestasi akademik bisa menggunakan peluang terakhirnya dengan berburu pagu di jalur domisili yang pendaftarannya dimulai 26-27 Juni
- Jika di jalur domisili belum diterima, siswa masih bisa mendaftar ke SMA/SMK swasta (*)