KOTA, JP Radar Kediri- Pendaftaran tahap I Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK dimulai kemarin. Di hari pertama pendaftaran, ada siswa yang panik karena keliru memilih jalur pendaftaran. Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Jatim Wilayah Kediri pun mengimbau agar siswa lebih teliti saat mendaftar.
Hal itu sebagaimana disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA dan PK-PLK Chairul Effendi. Di hari pertama pendaftaran kemarin, ada siswa yang datang ke operator karena keliru memilih jalur.
“Jadi orang tuanya itu pembantu rumah tangga. Dianggapnya pembantu rumah tangga itu jalur buruh, dia masuk jalur buruh. Kalau jalur buruh harus mengunggah (bukti) keikutsertaan dalam organisasi buruh,” ungkap Chairul sembari menyebut siswa tidak bisa melampirkan bukti tersebut.
Karena tidak bisa melanjutkan proses mendaftar, siswa dan orang tuanya pun mendatangi Cabdisdik Jatim Wilayah Kediri kemarin pagi. Di sana, petugas mengarahkan agar mendaftar di jalur yang sesuai. Yakni, di jalur afirmasi keluarga tidak mampu dengan menyertakan dokumen bukti seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP).
“Akhirnya dia kembali lagi. Login lagi dan pilih jalur keluarga ekonomi tidak mampu,” lanjutnya mengimbau agar siswa lebih teliti saat melakukan pendaftaran.
Untuk diketahui, di laman pendaftaran di spmbjatim.net, pendaftaran yang sudah dibuka untuk tahap I ini meliputi jalur afirmasi, jalur mutasi orang tua/wali, dan jalur prestasi hasil lomba. Untuk jalur afirmasi dan mutasi orang tua/wali, syarat login ke laman pendaftaran ada beberapa poin. Mulai memasukkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). Kemudian, personal identification number (PIN), dan tanggal terbit kartu keluarga (KK).
Melainkan siswa harus memasukkan lagi pilihan jalur yang lebih spesifik. Seperti di jalur afirmasi, di dalamnya masih ada pilihan jalur keluarga tidak mampu, anak buruh, dan penyandang disabilitas. Sedangkan di jalur mutasi orang tua/wali, di dalamnya masih terbagi menjadi jalur mutasi orang tua/wali, serta jalur anak guru/tenaga kependidikan.
“Mungkin yang rentan (keliru) itu antara jalur anak buruh dan jalur keluarga tidak mampu. Jalur anak buruh pun juga harus menyertakan surat keterangan tidak mampu, tapi langkah berikutnya ada (harus melampirkan) surat keterangan anggota organisasi buruh,” jelas Chairul dalam SPMB tahap I yang dibuka hingga pukul 21.00 hari ini (17/6).
Pantauan koran ini, meski pendaftaran tahap I sudah dibuka kemarin, beberapa siswa memilih mendaftar hari ini. Seperti dikatakan oleh Nazwa, salah satu lulusan SMP negeri di Kota Kediri. Dia mengaku memilih mendaftar hari ini karena berkas pendaftarannya belum lengkap.
“Tapi teman-teman sudah banyak yang hari ini (16/6). Ada beberapa anak juga mendaftarnya besok (17/6),” tuturnya.
Di pendaftaran hari pertama kemarin, menurut Nazwa relatif tidak ada hambatan. Teman-temannya bisa mendaftar dengan lancar. “Nggak ada kendala saat daftar online,” paparnya. (ais/ut)
Editor : Jauhar Yohanis