Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Soal Sekolah Rakyat, Pemkab Beri Dukungan Penuh. Ini Fasilitas yang Disiapkan.

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 9 Juni 2025 | 16:30 WIB
Petugas BPKASN di Desa Bulusari, Tarokan menunjukkan kondisi kamar yang akan ditempati siswa Sekolah Rakyat mulai Juli nanti.
Petugas BPKASN di Desa Bulusari, Tarokan menunjukkan kondisi kamar yang akan ditempati siswa Sekolah Rakyat mulai Juli nanti.

JP Radar Kediri-Selain memaksimalkan operasional Sekolah Rakyat (SR) di Balai Pengembangan Kompetensi Aparatur Sipil Negara (BPKASN), Pemkab Kediri juga memberi dukungan pembangunan gedung SR di Desa Plosokidul, Plosoklaten. Selain menyiapkan lahan, pemkab juga akan membuatkan instalasi listrik dan air di sana. 

Untuk diketahui, Pemkab Kediri menyiapkan tanah seluas 14,7 hektare di Desa Plosokidul untuk pembangunan SR. Namun, berdasar evaluasi terbaru mereka hanya menggunakan separo saja. Yakni, seluas 7,62 hektare untuk pembangunan kompleks SR mulai SD, SMP, dan SMA.

Sisa tanah yang tidak terpakai untuk SR menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri M. Solikin akan kembali menjadi aset daerah. Solikin menyebut, sertifikat hak milik (SHM) tahan untuk SR itu tetap milih Pemkab Kediri.

“Namun dengan status hibah ke pemerintah pusat. Untuk yang tidak terpakai ya tetap (milik pemkab, Red),” ungkap Solikin.

Lebih jauh Solikin menyebut, total akan ada 36 kelas jenjang SD, SMP, dan SMA yang akan dibangun di SR Plosokidul. Pembangunan fisik gedung dan berbagai fasilitas di sana akan dibangun oleh pemerintah pusat. Adapun Pemkab Kediri membangun fasilitas penunjang.

“Menyediakan instalasi air, listrik, dan membangun akses jalan menuju ke Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

PUPR dan DPKP Ketiban Sampur Garap Fasilitas Penunjang          

Pemkab Kediri menurut Solikin juga sudah melakukan pembagian tugas kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait hal tersebut. Misalnya, pembangunan jalan akan dilakukan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Sedangkan instalasi air dan listrik digarap oleh dinas perumahan dan kawasan permukiman (DPKP).

Nantinya, pengelolaan air akan dilakukan oleh perusahaan daerah air minum (PDAM). “Sistemnya penyertaan modal,” jelas Solikin.      

Plt Kepala DPKP Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui Kabid Cipta Karya Joko Riyanto menambahkan, untuk penyediaan air di SR pihaknya akan membuat sumur dalam. Lengkap dengan pompa submersible dan tandon.

Sedangkan untuk kebutuhan listrik akan dibuatkan jaringan tegangan menengah (TM) dan tegangan rendah (TR) sepanjang sekitar 2 kilometer (km).

“Untuk jalan akses dikerjakan oleh dinas PUPR,” terang Joko. (*)

Editor : Mahfud
#pendidikan #Sekolah Rakyat