Brainwave Academy adalah sebuah bimbingan belajar rumahan yang berada di Desa Sambirobyong Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri. Letaknya yang berdekatan dengan sekolah SD dan SMP menambah harapan baru dalam bidang pendidikan nonformal untuk membantu kebutuhan belajar anak-anak desa setempat.
Bimbel tersebut didirikan oleh Ning Tyas (23) seorang lulusan baru Universitas Negeri Surabaya (UNESA) yang baru saja menyelesaikan studinya. Awal terbentuknya Brainwave Academy bermula dari keprihatinan Tyas akan minimnya fasilitas bimbel di sekitar desa.
“Waktu baru lulus dan pulang ke rumah, saya menyadari kalau desa sini sebenarnya dekat sama SD dan SMP, tapi belum ada bimbel yang benar-benar aktif dan terjangkau. Jadi saya mulai inisiatif bikin bimbel rumahan sendiri,” ujar Tyas pendiri bimbingan belajar Brainwave Academy.
Baca Juga: Semangat Belajar Meninggi gara-gara Wacana Tes Kemampuan Akademik, Tapi Tak Semua Bisa Bayar Bimbel
Tak sendiri, Tyas juga menggandeng dua temannya di desa yang sama-sama baru lulus kuliah dan belum bekerja. Ketiganya kemudian memulai langkah awal dengan pembuatan nama, persiapan tempat, dan promosi ke anak-anak SD-SMP melalui penyebaran brosur ke sekolah-sekolah dan sosial media.
Hingga saat ini, jumlah tutor yang mengajar bertambah menjadi empat orang. Mereka menjadi tutor tetap dan mengajar sesuai bidang masing-masing.
“Kita bagi per mata pelajaran. Saya pegang IPA, Mba Ita Bahasa Inggris, Mba Nana Bahasa Indonesia, dan Mas Rizky Matematika. Kalau muridnya minta privat, kita sesuaikan dengan tutor yang sesuai,” jelas Tyas.
Baca Juga: Siswa di Kediri Ramai-Ramai Ikut Bimbel Mandiri untuk SNBT imbas Gagal SNBP
Tarif bimbel yang ditawarkan juga tergolong murah. Untuk siswa SD hanya 5 ribu, sedangkan siswa SMP 7 ribu per pertemuan selama 1,5 jam. Sistem pembayaran pun fleksibel tanpa terikat bulanan. Hal tersebut yang membuat Brainwave Academy cepat dikenal orang.
“Kita bayarnya harian, jadi kalau dia masuk ya bayar, kalau engga ya engga. Di desa gini, mahal dikit aja bisa bikin orang mikir dua kali. Makanya kita buat semurah mungkin tapi tetap berkualitas,” tambah Tyas.
Tyas mengatakan bahwa selain mengajar, tutor di Brainwave juga memberikan konsultasi tugas dan latihan soal secara gratis. Materi yang disusun lengkap berdasarkan kisi-kisi kurikulum sekolah, yang memastikan siswa mendapatkan pembelajaran yang relevan.
Baca Juga: Pendaftaran SPMB Kota Kediri Dimulai Pekan Depan! Jalur Afirmasi Hanya Bisa Pilih Satu Sekolah
Sejak dibuka sekitar tiga bulan lalu, bimbel tersebut mendapat respon positif oleh warga dan guru setempat. Perkembangan jumlah siswa juga meningkat pesat, dari yang semula cuma tiga siswa kini menjadi 15, yang terdiri dari siswa kelas 1, 4, 5, 6 SD serta 7 dan 8 SMP.
“Beberapa orang tua langsung mendaftarkan anaknya begitu tahu ada bimbel ini. Bahkan ada guru sekolah yang tertarik datang karena melihat nilai anak-anak didiknya mulai meningkat,”
Untuk saat ini bimbel Brainwave masih mengandalkan peralatan sederhana seperti papan tulis, meja belajar tanpa kursi dan aplikasi kuis digital seperti Quizzis.
Meskipun sederhana, kegiatan belajar tetap berjalan efektif. Anak-anak juga terlihat bersemangat mendengarkan penjelasan tutor.
Ke depan, Tyas berharap Brainwave Academy bisa semakin berkembang, lebih banyak mendapatkan murid, dan memiliki bangunan sendiri untuk belajar.
“Ini usaha pertamaku setelah lulus. Harapannya bisa terus berkembang, dikenal lebih banyak orang, dan jadi bimbel yang benar-benar bermanfaat untuk anak-anak di sini,” pungkasnya.
Baca Juga: Jangan Kalah Start, Pantau Persyaratan Dan Prosedur Masuk Sekolah Kedinasan 2025 Di Sini!
Editor : Jauhar Yohanis