KOTA, JP Radar Kediri-Jalur prestasi akademik kembali dibuka di Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA tahun ini. Seperti tahun lalu, siswa yang mendaftar di jalur ini harus adu nilai dari tujuh mata pelajaran (mapel).
Karenanya, mereka harus teliti mengecek hasil entry nilai rapor karena hal tersebut akan menentukan nasibnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Adi Prayitno melalui Kasi SMA-PLK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Efendi mengatakan, entry nilai akan dilakukan oleh petugas dari satuan pendidikan asal.
Selanjutnya, tugas calon murid untuk memastikan keakuratan nilai rapor itu di tahap verifikasi.
“Anak-anak harus mengecek nilainya benar atau belum. Itu yang penting. Karena nilai kan berpengaruh,” ujarnya terkait Nasib siswa yang mendaftar di jalur prestasi akademik.
Lebih jauh Chairul menyebut, sistem penilaian jalur ini menggunakan gabungan rerata nilai rapor SMP/sederajat dan indeks satuan pendidikan SMP/MTs.
Praktis jika nilai rapor yang diunggah keliru, maka akan berpengaruh terhadap nilai akhirnya.
“Setelah nilai di-entry, oleh sistem diolah. Nanti digabungkan dengan nilai indeks sekolah, jadilah nilai akhir. Yang persentasenya nilai rapor 60 persen, kemudian nilai indeksnya 40 persen,” ungkap Chairul.
Rerata nilai rapor yang menjadi acuan masih sama seperti tahun sebelumnya. Yaitu dari nilai mata pelajaran pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, bahasa Indonesia, matematika.
Kemudian, ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan sosial, dan bahasa Inggris. Khususnya dari semester 1–5.
Sedangkan untuk kuota, proporsi kuota jalur prestasi nilai akademik juga sama dengan tahun lalu. Untuk SMA ditetapkan 25 persen. Sedangkan untuk satuan pendidikan SMK diatur 65 persen.
Sebelumnya diberitakan, berdasar petunjuk teknis (juknis) pelaksanaan SPMB 2025, ada lima jalur yang akan dibuka untuk SPMB SMA dan SMK.
Yaitu, jalur afirmasi, mutasi orang tua atau wali, prestasi hasil lomba, domisili, dan prestasi nilai akademik.
Dari lima jalur yang beberapa di antaranya berganti istilah itu, perubahan signifikan ada pada jalur afirmasi dan domisili (sebelumnya disebut jalur zonasi) untuk SPMB SMA.
Kuota jalur domisili turun menjadi hanya 35 persen dari daya tampung sekolah. Sedangkan kuota jalur afirmasi bertambah menjadi 30 persen dari yang sebelumnya hanya 15 persen untuk jenjang SMA.
Saat ini, SPMB SMA/SMK Jatim masih di tahap sosialisasi. Tahapan terdekat atau pra-pendaftaran baru akan dimulai pada 19 Mei mendatang. Diawali entry nilai rapor oleh kepala satuan pendidikan SMP/sederajat.
Sedangkan pendaftaran tahap I baru akan dibuka pada 16–17 Juni mendatang. Diawali jalur afirmasi, jalur mutasi orang tua atau wali, serta jalur prestasi hasil lomba.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira