KEDIRI- Instruksi penyerahan ijazah bagi alumni SMA dan SMK di wilayah Kediri yang belum diambil langsung direspon sekolah.
Mereka beramai-ramai membuat pengumuman melalui media online dan media sosial sekolah masing-masing yang intinya meminta alumni untuk datang mengambil ijazah mereka yang masih ada di sekolah.
Sekolah pun membuka posko layanan khusus untuk alumni yang akan mengambil ijazah. Sebagaimana instruski, penyerahan ijazah ini tidak boleh ada embel-embel apapun alias gratis.
Meskipun yang bersangkutan sebelumnya kebanyakan memiliki tanggungan pembiayaan di sekolah. “Sesuai instruksi pimpinan, bagi alumni yang mengambil bisa datang langsung ke sekolah tanpa ada biaya,” tegas Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri, Adi Prayitno.
Sejak diperintahkan Jumat (11/4) lalu, Adi juga menginstruksikan agar sekolah tidak hanya membuka layanan posko penyerahan ijazah. Namun sekolah juga diminta pro aktif mendatangi kediaman para alumni untuk menyerahkan ijazah tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah Provinsi Jawa Timur saat ini telah menginstruksikan semua SMA dan SMK untuk tidak lagi menahan ijazah siswa yang telah lulus.
Ini dilakukan usai munculnya beberapa pengaduan terkait adanya persoalan tersebut. Bahkan instruksi itu juga disertai ancaman sanksi bagi kepala sekolah yang mbalelo dengan membebastugaskan mereka dari jabatannya sebagai kepala sekolah.
Adi menegaskan, sesuai hasil rakor dengan pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, persoalan tersebut diharapkan bisa dituntaskan secepatnya. Untuk itu, Cabdin Kediri menurutnya akan mengawal persoalan tersebut sampai tuntas.
Termasuk mengupdate perkembangannya dari hari ke hari. Semua pejabat utama di Cabdin Wilayah Kediri juga ikut dikerahkan untuk memantau perkembangannya. Mulai dari kasi hingga pengawas.
Bahkan jika dari hasil pemantuan di lapangan oleh cabdin nantinya ditemukan ada yang ‘nakal’ ataupun mbalelo, maka tegas Adi akan memberikan catatan khusus. Yang mana sebagaimana arahan kepala dinas, mereka yang nakal bisa dicopot dari jabatannya.
“Kalau ada kendala bisa sampaikan langsung, kendala dan problemnya apa. Nanti kita pecahkan bersama. Jangan malah dipendam atau disembunyikan,” tegasnya.
Selebihnya Adi juga mengimbau para kepala sekolah untuk aktif mendeteksi semua problematika yang ada di sekolah masing-masing. Utamanya problem yang menyangkut pelayanan pendidikan kepada siswa.
Selain berdampak pada kondusifitas di lingkungan sekolah, hal itu juga akan bisa meningkatkan kepercayaan sekolah kepada masyarakat. (ery)
Editor : Jauhar Yohanis