KOTA, JP Radar Kediri-Setelah hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) diumumkan, ribuan siswa langsung membidik jalur lain untuk bisa masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) incarannya.
Mereka ramai-ramai mengikuti bimbingan belajar (bimbel) mandiri agar bisa mendapat nilai terbaik di tes tulis jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) itu.
Di SMAN 2 Kediri, persiapan untuk SNBT dilakukan sejak siswa belum memasuki libur Idul Fitri.
“Saat masih masuk sekolah kemarin (minggu ini, Red) diberi tambahan di siang hari atau pagi hari,” ujar Kepala SMA Negeri 2 Kediri Sarbawa.
Jam pelajaran tambahan itu diberikan untuk mempersiapkan anak-anak yang mengikuti ujian tertulis berbasis komputer (UTBK) jalur SNBT. Dia mencontohkan, pembelajaran intensif itu disisipkan di jam pelajaran umum.
Sejak tiga bulan lalu, anak-anak mendapat tambahan pelajaran pada pukul 06.00-07.00 pagi. “Kalau bapak atau ibu gurunya nggak bisa (pagi, Red), terkadang diminta jam pulang sekolah,” lanjutnya.
Dengan pelaksanaan UTBK yang dijadwalkan setelah Idul Fitri, pembelajaran intensif juga tetap dilanjutkan. Selebihnya, siswa juga mulai mencari bimbingan belajar mandiri di luar sekolah.
“Kalau sudah begini, mereka mencari bimbingan mandiri ke luar. Mereka ini usaha mandirinya keras sekali. Seperti usaha bimbel di Jogja, Bandung, ke daerah mendekati perguruan tinggi yang dituju,” bebernya.
Di SMA Negeri Grogol 1, persiapan jelang SNBT dilakukan dengan mendatangkan tenaga pengajar dari lembaga bimbingan belajar (LBB). Namun, karena bertepatan dengan libur Lebaran, kebiasaan itu tidak bisa terlaksana tahun ini.
“Tahun ini terbentur libur. Sedangkan waktu pengumuman SNBP kemarin anak-anak masih ujian PSAJ (penilaian sumatif akhir jenjang, Red). Dan besok (hari ini, Red) sudah libur. Jadi nggak ada waktu,” ujar Kepala SMAN 1 Grogol I Made Suastika.
Sebagai gantinya, sekolah tetap memfasilitasi upaya persiapan dari siswa. Salah satunya melakukan pendampingan belajar. Sebelumnya, siswa juga diberi pembekalan untuk menyiapkan langkah selanjutnya setelah lulus SMA.
“Yang ikut SNBT itu harus fokus ke belajarnya. Demikian untuk anak-anak yang belum diterima di SNBP,” tandasnya.
Sedangkan selama menunggu pelaksanaan UTBK, persiapan siswa banyak dilakukan secara mandiri. Selebihnya, menurut Made sekolah tetap mendampingi melalui konsultasi online.
“Bisa online selama dia konsultasi dengan bapak atau ibu guru. Itu kami siapkan memang,” tandasnya.
Sementara itu, Fi, 17, siswa SMAN 2 Kediri mengaku sudah mengikuti bimbel sejak jauh-jauh hari. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika dirinya tidak lolos di SNBP dan harus ‘bertarung’ di SNBT.
Tak hanya mengikuti les di bimbingan belajar, dia juga mengikuti les privat. Persiapan ekstra itu dilakukan agar dia bisa lolos di kampus incarannya. “Ingin mendaftar ke Fakultas Teknik ITB,” ungkapnya.
Terpisah, Kasi SMA/SMK Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Chairul Effendi menyebut, saat ini sudah memasuki jadwal pendaftaran UTBK-SNBT. Tahapan itu dibuka mulai 11–27 Maret. Dengan demikian, masih ada waktu bagi siswa untuk mendaftar dan mempersiapkan diri jelang pelaksanaan UTBK-SNBT.
“Sama (aturannya tahun ini dengan tahun lalu, Red). Jadi mereka tetap ikut yang namanya UTBK. Dari hasil UTBK itu, nanti menjadi penentu (kelolosan di perguruan tinggi negeri, Red),” papar Chairul.
Pelaksanaan UTBK-SNBT dijadwalkan mulai 23 April–3 Mei. Selanjutnya, hasil SNBT akan diumumkan pada 28 Mei nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira