Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hanya 878 Siswa di Kediri Berhasil Lolos SNBP 2025, Ribuan Siswa harus Berebut Kuota SNBT

Ayu Ismawati • Kamis, 20 Maret 2025 | 05:07 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP)
2025 telah diumumkan Selasa (18/3) lalu. Dari ribuan siswa eligible, hanya 878
siswa yang lolos lewat jalur nilai rapor itu.

Jumlah tersebut jauh lebih banyak dari jumlah siswa yang diterima tahun lalu.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jawa Timur
Wilayah Kediri Adi Prayitno mengatakan, total 878 siswa yang lolos SNBP itu
berasal dari puluhan SMA negeri dan swasta di Kota dan Kabupaten Kediri.

Jumlah tersebut naik dibanding 2024 lalu yang hanya meloloskan 813 siswa.
“(Peningkatan ini, Red) karena kesungguhan belajar anak-anak dan
kesungguhan dari gurunya,” kata Adi sembari menyebut dirinya juga memberi
motivasi untuk mendorong peningkatan jalur SNBP ini.

Terkait adanya ribuan siswa eligible yang belum lolos, menurut Adi
mereka tidak perlu berkecil hati. Sebab, anak-anak bisa mengikuti Seleksi
Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

“(Yang tidak lolos, Red) masih ada kesempatan untuk ikut UTBK (ujian
tertulis berbasis komputer, Red) yaitu dengan jalur tes (SNBT),” lanjutnya
sembari menyebut siswa harus menyiapkan diri lebih dini.

Termasuk memacu belajarnya dengan sungguh-sungguh agar bisa lolos UTBK.
Untuk diketahui, capaian penerimaan sekolah di jalur SNBP tahun ini
beragam.

Ada yang mengalami penurunan, ada pula yang meningkat. Salah satu
yang capaiannya naik signifikan adalah SMA Negeri 1 Grogol. Kenaikan
jumlah siswa yang masuk SNBP itu membuat peringkat sekolah di barat sungai
itu naik.

Jika sebelumnya di peringkat tiga, kini menjadi yang tertinggi di
Kabupaten Kediri. “Tahun kemarin 43 (siswa yang lolos SNBP, Red). Sekarang
56 siswa,” ujar Kepala SMAN 1 Grogol I Made Suastika.


Dari puluhan siswa itu, paling banyak diterima di Universitas Airlangga
dan Universitas Negeri Surabaya. Sisanya diterima di PTN lain di Jatim.

Seperti Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas
Negeri Malang, Universitas Jember, dan kampus lainnya.

“Yang di luar Jawa Timur hanya UNS (Universitas Sebelas Maret) dan
Universitas Udayana,” terang Made.

Peningkatan kuantitas penerimaan SNBP tahun ini menurutnya tak lepas
dari persiapan yang matang. Salah satunya dengan memanggil wali murid
sebelum siswa melakukan finalisasi pilihan SNBP.

“Sebanyak 131 (wali murid siswa eligible, Red) itu kita panggil. Untuk
diberikan edukasi membantu anak-anak agar realistis. Untuk memilih sekolah
yang tidak perlu yang punya nama tinggi. Tapi memanfaatkan sekolah yang di
pinggir kita ada seperti UB Kediri, Polinema, seperti itu,” urai Made.

Kiat seperti itu yang dirasa bisa memaksimalkan peluang siswa diterima.
Selain itu, nilai siswa juga dipantau terus. Mereka bekerja sama dengan
lembaga bimbingan belajar (LBB) untuk memproyeksikan peluang.
“Alhamdulillahnya anak-anak kalau diarahkan tahun ini gampang. Nurut,”
tandasnya.

Sekolah yang tahun ini capaian SNBP-nya juga tinggi adalah SMA
Negeri 2 Kediri. Kepala SMA Negeri 2 Kediri Sarbawa mengatakan, sebanyak
62 siswanya berhasil lolos SNBP 2025.

Dengan capaian itu, Smada Kediri itu menduduki peringkat kedua tertinggi se-Kediri Raya.
Adapun peringat 1 diduduki SMAN 4 dengan jumlah siswa yang diterima
sebanyak 64. “Di UGM (Universitas Gajah Mada, Red) paling banyak. Ada 35
atau 38 sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, diakuinya capaian tahun ini justru menurun. Sebab,
tahun lalu ada 72 siswa yang lolos. Penurunan itu menurut Sarbawa karena
siswa memusatkan pilihannya di beberapa kampus saja.

“Banyak yang mengambilnya tidak mengikuti arahan BK (bimbingan
konseling). BK itu tujuannya siswa diarahkan supaya menyebar pilihannya.
Nggak ngumpul jadi satu,” urainya sembari menyebut siswa akan bersaing
dengan temannya sendiri jika terlalu banyak yang memilih satu kampus yang
sama.

Belum lagi, pilihan jurusan siswa di sana juga mayoritas sama. Yakni,
banyak yang memilih jurusan kedokteran. “Tapi alhamdulillahnya, kami
kemarin kan sepertinya kena blacklist di Unair, tahun ini tembus satu,”
ungkapnya sembari berharap jumlah siswa yang diterima di sana tahun depan
bisa naik lagi.

Soal ancaman blacklist, pihak sekolah menurut Sarbawa sudah mewanti-
wanti agar siswa yang lolos SNBP tidak melepaskan kesempatannya.

Begitu dinyatakan lolos, siswa harus mengambil kesempatan itu.
“Harus dijalani. Saya sebagai kepala sekolah, ‘Le, itu pilihane sampean,
wis ketampa, ya dijalani.’ Tapi nggak tahunya kadang lepas. Mungkin karena diterima di ikatan dinas atau di perguruan tinggi lewat UTBK,” paparnya.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#pemkab kediri #pemkot kediri #Pengumuman SNBP 2025 #Cabdindik Jatim Wilayah Kediri #Presiden Prabowo #SNBT 2025 #siswa smk #SNBP 2025 #SNBT 2025 terbuka bagi siswa lulusan tahun 2023 #lolos SNBP 2025 #siswa sma