Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren! Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri Jadi yang Terbaik se-Jawa Timur

Endro Purwito • Kamis, 20 Februari 2025 | 18:27 WIB
Kacabdin Wilayah Kediri Adi Prayitno saat menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Cabdin Kediri banyak menerima penghargaan selama 2024
Kacabdin Wilayah Kediri Adi Prayitno saat menerima penghargaan dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai. Cabdin Kediri banyak menerima penghargaan selama 2024

KEDIRI, JP Radar Kediri– Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri mengukir banyak prestasi selama satu tahun terakhir.

Apresiasi tersebut tak lepas dari peran Kacabdin Adi Prayitno S.Pd MM yang mulai bertugas di Cabdindik Kediri sejak Februari 2024 lalu.

Pencapaian itu merupakan hasil koordinasi dan kerja sama dengan guru, kepala sekolah (kasek), dan pengawas, serta staf pegawai eselon.

“Raihan prestasi ini terwujud berkat dukungan kepala sekolah yang tak Lelah memotivasi guru untuk terus berinovasi. Juga dukungan kinerja pengawas maupun eselon IV yang bagus,” ungkap kacabdin yang akrab disapa Adi ini kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Di antara prestasi prestisius yang diraih adalah Penghargaan Terbaik Pertama atas Partisipasi Percepatan Transformasi Digital Pendidikan.

Menurut Adi, Cabdindik Kediri memperoleh apresiasi itu dalam Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Festika) Jawa Timur 2024.

Event yang diselenggarakan Disdik Jatim melalui UPT Teknologi Informasi Komunikasi Pendidikan (TIKP) ini memang untuk mengoptimalkan transformasi digital di dunia pendidikan.

Tujuannya mendorong percepatan transformasi digital yang unggul dan berdaya saing tinggi.

“Sehingga para guru dan peserta didik termotivasi berkreasi dan berinovasi memanfaatkan teknologi informasi digital,” papar Adi.

Demi meraih prestasi bergengsi tersebut, banyak tantangan dihadapi kacabdin. Apalagi Adi baru bertugas di Kediri pada bulan kedua 2024.

Karena itu ia langsung mempelajari sekolah di wilayah kerjanya, baik SMA, SMK, maupun SLB.

Ketika ada surat dari Disdik Jatim terkait pembelajaran menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Adi pun berkoordinasi dengan pengawas.

“Saya tanya, apakah proses pembelajaran di sekolah sudah berbasis digital? Ternyata ada yang sudah, ada yang belum,” bebernya.

Perlahan, Adi mengajak mereka yang belum maksimal dalam digitalisasi segera mengikuti tuntutan zaman.

Apalagi hal ini merupakan kebijakan kementerian pendidikan dan dinas pendidikan.

“Tantangannya, dari ribuan guru di wilayah Kediri ada yang ingin perubahan. Tetapi ada yang masih perlu didorong. Lha itu kita motivasi” urainya.

Mengubah paradigma itu, Adi tak patah semangat. Ia terus mengajak para pejabat eselon, pengawas, dan kepala sekolah.

Ibarat hidup dalam satu organisasi harus mengikuti kebijakan yang digariskan.

“Jadi ketika dinas pendidikan punya gawe atau ingin menyukseskan sesuatu, mari kita bersamasama bergerak untuk maju,” tegasnya.

Kacabdin pun menerapkan strategi pendekatan sosial humanis. Yakni dengan beranjangsana ke satuan-satuan pendidikan.

Adi menyempatkan diri ke sekolah. Ia berkoordinasi dengan kaseknya. Bertemu para guru dan menyapa siswa. Saat itulah disampaikan program-program TIKP.

“Guruguru senang. Mereka merespons dan ingin ikut. Ketika ada lomba berbondong-bondong ingin daftar,” ujarnya.

Selain prestasi di event percepatan transformasi digital pendidikan, Cabdindik Kediri juga meraih apresiasi terkait partisipasi pendaftar Ki Hajar STEM terbanyak 2024.

Itu merupakan program yang mengembangkan potensi siswa dalam proyek berbasis science, technology, engineering, and mathematics (STEM).

Tujuannya, mendukung penguatan profil pelajar Pancasila. Prestasi lainnya adalah kategori wilayah dengan Partisipasi Pendaftaran Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) Terbanyak 2024, Best Excitement Gempita Awards 2024, dan Juara 1 Paduan Suara di Gempita Awards 2024.

Baca Juga: Ini Target yang Ingin Ditarget Bupati Kediri Mas Dhito dalam Mencapai UHC di Kabupaten Kediri

CABDINDIK Jawa Timur Wilayah Kediri berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan di wilayah kerjanya.

Hal itu diwujudkan dengan membuka akses kerja sama dengan masyarakat maupun pemerintah daerah (pemda).

Apalagi, tahun ini telah dilantik kepala daerah baru di wilayah Cabdindik Kediri.

Selama 5 tahun mendatang, di Kota Kediri dipimpin pasangan Wali Kota Vinanda Prameswati dan Wakil Wali Kota (Wawali) KH Qowimmudin Thoha.

Sedangkan di Kabupaten Kediri dipimpin Bupati Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati (Wabup) Dewi Mariya Ulfa.

Kacabdin Pendidikan Kediri Adi Prayitno S.Pd MM mengungkapkan, keberlangsungan pendidikan tak lepas dari peran masyarakat.

Bahkan, dalam pasal 8 UU Nomor 20/2003 tentang Sisdiknas, mereka berhak turut serta dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi program pendidikan.

Sementara, pemerintah daerah berhak mengarahkan, membimbing, membantu, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai aturan perundang-undangan berlaku.

Tak hanya itu, pemda juga bisa membantu memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi.

Demi menjalankan amanat UU itulah, Adi mengatakan, pihaknya siap menjalin sinergi dengan masyarakat maupun pemerintah daerah.

Terutama dalam membangun serta meningkatkan sinergitas dan kemitraan demi menyukseskan program-program bidang pendidikan.

“Saya yakin dengan bersinergi akan banyak program maupun kegiatan edukatif bisa dilakukan dan multimanfaat,” terang pria yang pernah bertugas di Cabdindik Tuban-Bojonegoro ini.

Adi menambahkan, sinkronisasi program dalam bentuk kemitraan dan kerja sama antarlembaga akan mempercepat dan mempermudah implementasi program.

Baca Juga: Peringati Hari Gizi Nasional, Siswa SMPN 1 Kota Kediri Ikuti Berbagai Lomba

Ia menilai, naiknya mutu pendidikan berimplikasi terhadap peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM), utamanya di sektor pendidikan.

“Apalagi pendidikan merupakan hak dasar masyarakat. Jangan sampai terjadi pelajar putus sekolah,” tuturnya.

Upaya meningkatkan mutu pendidikan, lanjut Adi, juga diwujudkan dengan program one teacher, one innovation. Satu guru, satu inovasi.

Cabdindik telah membentuk tim. Ia pun mengajak dan memotivasi. Setelah itu para guru bergerak serentak.

“Karena merasa guru, mereka buat inovasi. Kalau tidak berkarya nanti malah dikatagorikan bukan guru,” imbuhnya.

Dalam strateginya, cabdindik tidak meninggalkan pengawas. Sebab mereka memiliki satuan binaan, satuan pendidikan atau sekolah binaan. Satu pengawas ada yang 10 sekolah binaan.

“Pengawas bertanggungjawab pada sekolah binaannya. Mengingatkan guru sehingga bisa segera didampingi. Jika ada kesulitan dibimbing,” urainya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #dinas pendidikan kabupaten kediri #jawa timur #festival teknologi #dinas pendidikan #cabdindik jatim #Festika Jawa Timur 2024 #jawa pos