KEDIRI, JP Radar Kediri– Dies natalis Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri ke-19 dan Yayasan Bhakta ke-39 berlangsung semarak. Di acara puncak dies natalis pada Sabtu malam (30/11) itu, IIK Bhakta Kediri bersama grup D’Profesor berkolaborasi menggelar dua event.
Kegiatan yang diselenggarakan dalam sehari itu berhasil mencatat rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia).
Kegiatan kolaborasi itu bertajuk Science & Art Harmony itu menghadirkan konsep baru. Yakni menggabungkan seni dan ilmu pengetahuan dalam satu panggung.
Acara diawali pemeriksaan gigi terhadap profesor terbanyak yang berhasil mencatat rekor MURI .
Ada 55 profesor atau guru besar dari berbagai bidang keilmuan melakukan pemeriksaan gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Bhakta.
Pemeriksaan gigi ini menggunakan 110 dental unit modern disaksikan langsung oleh perwakilan MURI.
Serta dihadiri langsung oleh pendiri sekaligus Pembina Yayasan Bhakti Wiyata Dr. Bambang Harsono Soehartono, M.B.A dan Ec Lianawati Tjokrohartono, M.B.A.
Juga Ketua Pelaksana Yayasan Bhakti Wiyata adalah dr. David Raditya Soehartono, B.Com., M.B.A, dan Rektor IIK Bhakta Kediri Prof Dr Apt Muhamad Zainuddin yang ikt mendampingi hingga acara selesai.
Rekor ini menjadi salah satu bukti nyata kontribusi IIK Bhakta terhadap kesehatan di Indonesia.
Tidak hanya pemeriksaan gigi, paduan suara dengan anggota professor terbanyak di Auditorium IIK Bhakta juga mencatat rekor muri.
Setelah dua kegiatan berlangsung, diteruskan orasi ilmiah oleh beberapa profesor dan dihibur musik dari grup D’Profesor. Menariknya, grup band musik ini semua beranggotakan guru besar atau dikenal dengan profesor di berbagai bidang.
Grup ini berdiri sejak 24 Oktober 2021 diketuai oleh Prof Dr dr Widodo Ario Kentjono, Sp.THT.KL, Subsp.Onk. Para guru besar ini membawakan lagu berjudul Ayah Bunda, S’lalu Ada, dan Optimis.
Pada event pemecahan rekor MURI ini ditutup dengan penampilan bintang tamu David Koeswoyo. Musisi sekaligus putra dari Yon Koeswoyo (salah satu anggota grup musik Koes Plus) tersebut memeriahkan puncak Dies Natalis di Graha Bhakta Hall, Kampus IIK Bhakta.
Pada kesempatan itu, Bambang sapaan Bambang Harsono Soehartono mengatakan kehadiran 55 guru besar di Kampus IIK Bhakta bukan hanya untuk memecahkan rekor, namun juga menjadi momen untuk melihat perkembangan institut kesehatan terbaik di Kediri tersebut. Hal ini senada diutarakan Prof Zainuddin.
Rektor IIK Bhakta itu mengaku bangga dengan pencapaian tersebut.
“IIK Bhakta dan RSGM telah memberikan dedikasinya sebagai wujud nyata untuk mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memberikan pengalaman praktis terbaik sivitas akademika.” ucapnya.
Adapun rangkaian Dies Natalis dimulai bulan September 2024 dengan beberapa acara akademik maupun nonakademik, lomba akademik meliputi science competition, essay, cerita pendek, poster ilmiah kesehatan, karya tulis ilmiah, dan untuk lomba nonakademik meliputi bola volly, basket, short movie, dan satu acara pencarian bakat IIK Bhakta.
Yakni mencari bintang session 11. Juga dilaksanakan pemilihan Mr and Miss Bhakta sebagai duta kampus periode 2024/2025.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah