KEDIRI, JP Radar Kediri- Green School Competition 2024 memasuki babak final. Hari ini, sepuluh besar sekolah dengan realisasi green school mapping terbaik resmi diumumkan. Penentuan kandidat juara dari jenjang SD dan SMP itu menimbang hasil pengamatan lapangan yang telah dilakukan oleh tim juri.
Sebelumnya, tim juri yang terdiri dari unsur akademisi dan pegiat lingkungan hidup telah melakukan visitasi selama empat hari.
Mereka mengunjungi 20 lembaga pendidikan yang lolos semifinal sejak 18–22 November lalu.
Hasilnya, 10 sekolah terbaik terpilih di kompetisi yang dihelat Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri itu.
Di jenjang SD, lima sekolah terbaik meliputi SDN Betet 3, SDN Pojok 1, SDK Frateran 1, SD Kreatif The Naff, dan SDN Bandarlor 3.
Sedangkan untuk jenjang SMP, lima sekolah terbaik mulai dari SMPN 3 Kota Kediri, SMPN 8 Kota Kediri, SMPN 4 Kota Kediri, SMP Al Huda, serta SMP Ar Risalah.
Baca Juga: Peringati Hari Guru, YPPU Nurul Izzah Perkuat Semangat Guru Hebat dan Bermartabat
“Sejak kunjungan pekan lalu, tim juri terus berdiskusi. Hari ini (kemarin) kami plenokan bersama untuk hasil penjurian lapangan selama empat hari itu,” ujar Mahfud, salah satu tim juri Green School Competition.
Dalam menentukan 10 sekolah terbaik, menurut Mahfud tim juri berpegang pada misi utama. Yakni, memastikan siswa mampu memahami persoalan di sekitar sekolah.
Selanjutnya, permasalahan yang dipetakan juga harus dicarikan solusi terbaik yang bisa diimplementasikan.
“Karena fokusnya di kemampuan mapping atau pemetaan itu, jadi keputusan ini berdasarkan hasil bagaimana siswa memetakan masalah dan mencari solusi,” urai Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Kediri itu.
Praktis, bukan hasil akhir yang menjadi prioritas penilaian tim juri. Melainkan proses siswa dan guru mengolah permasalahan yang sudah dipetakan menjadi solusi. Selanjutnya bisa diimplementasikan untuk mendukung program sekolah hijau.
“Walau nggak langsung (hasilnya, Red) tapi jelas perencanaannya. Misalnya ada permasalahan kamar mandi bau. Bagaimana siswa memahami penyebab masalahnya dan merumuskan solusinya. Itu yang penting,” tandasnya.
Baca Juga: SDIT Bina Insani Kediri Peringati Hari Ayah, Hari Pahlawan dan Hari Guru Nasional
Dalam melakukan penjurian, nilai plus tidak semata-mata diberikan kepada sekolah dengan lingkungan yang sudah unggul.
“Kalau sudah bagus tapi tidak bisa memetakan persoalan, nilainya ya kurang,” sambung Mahfud.
Setelah diumumkan, 10 sekolah terbaik ini selanjutnya akan mengikuti babak final. Rencananya, tahapan itu akan berlangsung pada Desember mendatang.
Informasi terkait pelaksanaan tahapan selanjutnya akan disampaikan panitia melalui grup WhatsApp. Atau, melalui koran Jawa Pos Radar Kediri dan media sosial Radar Kediri dan Radar Kediri Event. (ais/ut)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah