Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hari Kedua Penjurian Green School Competition Soroti Pengelolaan Sampah Plastik di Sekolah

Ayu Ismawati • Rabu, 20 November 2024 | 17:40 WIB
Siswa SD Katolik Frateran 1 membeberkan hasil pemetaan sekolah hijau mereka di depan tim juri yang melakukan visitasi kemarin.
Siswa SD Katolik Frateran 1 membeberkan hasil pemetaan sekolah hijau mereka di depan tim juri yang melakukan visitasi kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Hari kedua visitasi di babak semifinal Green School Competition 2024 kemarin, tim juri kembali mengunjungi lima sekolah.

Mereka mengecek wujud pemetaan sekolah hijau dan melakukan penilaian di sekolah-sekolah yang masuk dalam 20 besar tersebut.

Kunjungan dilakukan di SD Katolik 1 Frateran, SMPN 8, SDN Bandarlor 3, SD IT Bina Insani, dan SMP Ar Risalah.

Para siswa di tiap sekolah terlihat antusias menyambut kedatangan tim.

Mereka dengan semangat membeber berbagai temuannya tentang faktor risiko dan peluang di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Temuan itu dikelompokkan ke dalam sembilan isu. Di antaranya isu energi, sampah, polusi udara, hingga air dan limbah cair.

Jovita Lutfi Ayu, salah satu siswa dari SDN Bandarlor 3 memaparkan temuannya yang sudah dikurasi dalam bentuk peta bersama dua temannya.

“Di isu tanaman, sekolah kami masih memiliki banyak lahan kosong yang belum ditanamai. Penyebabnya belum ada gerakan penghijauan di sekolah,” ujarnya mengurai isu tanaman di sekolahnya.

Sebagai solusinya, aksi penghijauan itu diintegrasikan dalam kegiatan proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5).

Dampaknya, keberagaman vegetasi mulai dihadirkan di lingkungan sekolah. Termasuk mengindentifikasi setiap tanaman dengan kartu berisi informasi tentang nama tanaman.

Kartu informasi itu kemudian digantungkan di tanaman dengan menggunakan tali. Melihat hal itu, tim juri langsung memberi apresiasi.

Sebelumnya, tim juri sempat menyoroti pemahaman siswa dan guru tentang memasang paku di pohon. Sebab, tidak sedikit yang masih memaku pohon.

“Harusnya memang (pohon, Red) tidak boleh dipaku. Beberapa sekolah masih ada yang memaku pohon,” ujar Endang Pertiwi, aktivis lingkungan hidup yang juga menjadi salah satu tim juri.

Kegiatan yang digagas Dinas Pendidikan Kota Kediri itu juga berhasil mendorong siswa kreatif dalam menanggapi isu sampah.

Seperti sampah plastik yang bisa dikelola menjadi karya seni pakai. Salah satunya seperti yang ditemui di SMPN 8 Kota Kediri.

Di sana, siswa membuat tempat sampah dari botol plastik bekas. Selain itu, sampah-sampah plastik itu juga dibuat menjadi ecobrick.

Kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai produk seperti furniture kursi dan meja.

Terkait upaya pengolahan sampah itu, Endang Pertiwi mengatakan langkah tersebut bisa menjadi salah satu solusi mereduksi sampah plastik.

Limbah-limbah plastik itu dapat diolah menjadi berbagai produk karya seni kriya.

“Selain itu, yang penting juga mengajak anak menerapkan zero waste lifestyle,” terangnya.

Untuk diketahui, Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri menggelar Green School Competition 2024.

Event ini diadakan berdasar gagasan bahwa setiap orang bertanggung jawab menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. Tak terkecuali pelajar.

Dengan begitu, anak muda bisa lebih terdorong menciptakan lingkungan hidup yang lestari mulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #Green School Competition 2024 #pengelolaan sampah plastik #jawapos #PENJURIAN GREEN SCHOOL