Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Beri Penilaian, Puluhan Karya Green School Competition Mapping untuk SD dan SMP di Kota Kediri Memukau Para Juri

Ayu Ismawati • Kamis, 14 November 2024 | 16:50 WIB

 

Tim juri mengecek hasil mapping peserta dalam penjurian Green School Competition di kantor Jawa Pos Radar Kediri kemarin
Tim juri mengecek hasil mapping peserta dalam penjurian Green School Competition di kantor Jawa Pos Radar Kediri kemarin

KEDIRI, JP Radar Kediri- Green School Competition yang dihelat Dinas Pendidikan Kota Kediri dan Jawa Pos Radar Kediri mulai memasuki babak penyisihan. Kemarin, tim juri menilai puluhan karya green school mapping yang sudah dikirimkan peserta.

Puluhan karya berhasil memukau dewan juri itu akan diseleksi untuk dicari 10 besar di masing-masing jenjang.

Di tahap penyisihan itu, total ada 82 sekolah yang ikut berpartisipasi. Dari situ, panitia mengumpulkan 46 karya dari jenjang sekolah dasar (SD).

Serta, 36 karya dari jenjang sekolah menengah pertama (SMP).

Penilaian karya yang berlangsung di meeting room kantor Jawa Pos Radar Kediri menghasilkan total 20 karya terbaik dari jenjang SD dan SMP.

Sebanyak 20 karya terbaik hasil pilihan juri akan diumumkan Jumat besok (15/11) melalui media cetak dan online Jawa Pos Radar Kediri.

Dr. Sulistiono, M.Si, salah satu dewan juri mengaku terpukau dengan karya para peserta didik di Kota Kediri itu.

Dosen Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri itu pun mengapresiasi kesungguhan peserta didik dalam membuat pemetaan sekolah hijau.

“Banyak yang bagus. Anak-anak juga kreatif dalam menuangkan idenya membuat mapping,” ujarnya, di sela melakukan penjurian kemarin.

Selain melatih siswa peka dengan kondisi lingkungan hidup di sekitarnya, kegiatan itu juga banyak memunculkan kreativitas peserta didik.

Terbukti dari hasil green school mapping yang tidak hanya sarat dengan substansi. Melainkan, tak sedikit pula yang berkreasi menggunakan berbagai ilustrasi yang menarik.

Hal serupa diutarakan tim juri lainnya, Mahfud. Rata-rata, peserta didik mampu membuat pemetaan yang sesuai dengan syarat yang ditentukan.

Pun dengan mencantumkan seluruh aspek yang dibutuhkan dalam membuat sebuah green school mapping. “Tinggal menunggu nanti bagaimana sekolah mempraktikkan itu dengan pembuktian di lapangan saat visitasi,” bebernya.

Di tahap penyisihan ini, juri mempertimbangkan empat aspek penilaian.

Yaitu, isi konten, kerapian, kejelasan materi, dan kreativitas. Total 20 besar dari jenjang SD dan SMP yang lolos babak penyisihan akan mengikuti semifinal.

Semifinal itu dilakukan dengan kunjungan lapangan atau visitasi oleh tim juri. Dari sana, juri akan menilai kesesuaian materi dan realitas di lapangan. Kemudian, kemampuan presentasi dan inovasi.

Rangkaian kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 9 Desember mendatang.

Yakni, diakhiri dengan awarding untuk memberikan apresiasi terhadap sekolah-sekolah dengan implementasi terbaik di ajang Green School Competition 2024.

Untuk diketahui, Green School Competition 2024 digelar atas dasar gagasan bahwa setiap orang bertanggung jawab dalam menciptakan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan.

Tak terkecuali bagi pelajar. Dengan begitu, Dinas Pendidikan Kota Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri menggelar Green School Competition 2024.

Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran anak muda dalam menjaga lingkungan hidup mulai dari lingkungan terdekat, yakni sekolah.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #Dinas Pendidikan Kota Kediri #Competition #jawapos #green school