Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Sosok Ani Muklisatun Munawaroh, Duta Ekonomi Kreatif dan Duta Perlindungan Anak Jatim

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 13 Oktober 2024 | 17:35 WIB

 

 

 

Photo
Photo

Ani Muklisatun Munawaroh bukan asli dari Kediri. Tapi kecintaannya pada Bumi Panjalu tak perlu diragukan. Berbagai prestasinya diraihnya.

Sebagai Duta Ekonomi Kreatif Kediri 2023. Kemudian mewakili Kediri sebagai Duta Perlindungan Anak Jawa Timur 2023.

Yang membuatnya mencinta Kediri karena semua prestasinya itu diraih setelah aktif di Kampung Inggris, Pare.   

Perjalanan Ani Muklisatun Munawaroh cukup berliku. Dia sempat gagal masuk perguruan tinggi favorit di Kota Gudeg.

Ditolak di kampus negeri, Anik melanjutkan langkahnya ke Kampung Inggris Pare. Dari situ, dia menemukan jati dirinya sebagai anak muda yang tangguh. 

“Kalau kamu tidak ke Kampung Inggris, kamu belum sukses Bahasa Inggrisnya,” aku gadis kelahiran Magetan menirukan pesan gurunya saat sekolah di MTsN 1 Bantul. Ucapan itu seperti sihir. Selalu menghantuinya hingga lulus MAN 3 Bantul. 

Buah hati dari pasangan suami istri Djaimin dan Tugiyati itu memang bersekolah di daerah yang berbeda-beda.

Saat belia, dia menempuh pendidikan di Magetan. Lulus sekolah dasar dia melanjutkan pendidikan di madrasah tsanawiyah dan madrasah aliah di Bantul. 

Dia baru menginjakan kakinya di Kampung Inggris setelah lulus dari MAN 3 Bantul. Pada 2018 lalu, usai lulus SMA, dia mendaftar masuk ke UGM dan UNY melalui jalur SBMPTN.

Kedua universitas negeri itu masih menjadi idola. Saat itu, dia mengambil jurusan Bahasa Prancis. Lalu pilihan kedua jurusan Psikologi.

Baca Juga: Wujudkan Syukur melalui Sholawat dan Doa Bersama SMAN 1 Kediri Rayakan HUT Ke-78 dan Peringati Maulid Nabi Muhammad

“Kalau Bahasa Prancis itu karena suka bahasa asing. Psikologi karena ingin jadi psikolog anak,” akunya.

Sayangnya dia gagal. Ani pun tak patah semangat. Lalu memilih daftar di UIN Sunan Kalijaga Jogja. Sayangnya, semua kampus negeri di Kota Gudeg itu menolaknya.

Tidak diterima sebagai mahasiswa di perguruan tinggi negeri tidak lantas membuatnya menyerah. Hasil pahit yang dia terima itu justru membuat anak bungsu dari dua bersaudara itu semakin tertantang untuk terus berusaha menimba ilmu. 

Ani yang terngiang dengan nasihat guru saat di madrasah tsanawiyah lalu memutuskan untuk berangkat ke Kampung Inggris, Pare.

“Saya juga berencana ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Salah satunya ya belajar di Kampung Inggris,” akunya.

Berkat kemauan yang kuat dan tekun, kemampuan Bahasa Inggrisnya semakin mahir.  Dari situ pula, banyak tawaran untuk menjadi tutor Bahasa Inggris.

Hal itu pula yang membuat koneksinya semakin luas. Sehingga menambah pengalamannya.  

Pada 2019, Ani mencoba untuk mendaftarkan kuliah di IAIN Kediri. Jurusannya  Psikologi Islam. Karena tekadnya yang kuat untuk terus belajar, hasilnya cukup membanggakan.

Ani diterima di sana. “Saya belajar di Kampung Inggris sekaligus kuliah. Jadi sekalian kuliahnya di Kediri aja,” akunya.

Ani juga aktif berorganisasi maupun berkegiatan sosial. Ilmunya yang didapatkan belajar di Kampung Inggris juga dimanfaatkan untuk mengajar di Panti Asuhan lewat kegiatan sosial.

Dia juga aktif ikut ajang pageant. Seperti Duta Ekonomi Kreatif Kediri pada 2023 dan Duta Perlindungan Anak Jawa Timur 2023.

Saat ini, Ani juga aktif menjadi tutor Bahasa Inggris di Gresik. Tekadnya mencari ilmu itu tidak hanya membuatnya memperoleh banyak pengalaman dan Ilmu. Namun juga koneksi  semakin banyak.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #dutaperlindungananak #dutaekonomi #jawapos #jatim