Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tim PMR SMK Al Huda Kota Kediri Boyong Dua Piala Lomba PMI Kota Kediri

Redaksi Radar Kediri • Kamis, 3 Oktober 2024 | 17:56 WIB
SOLID: Tim PMR SMK Al Huda Kota Kediri mengikuti lomba bidang pertolongan pertama dan tandu darurat di SMAN 7 Kediri.
SOLID: Tim PMR SMK Al Huda Kota Kediri mengikuti lomba bidang pertolongan pertama dan tandu darurat di SMAN 7 Kediri.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-“Ini masih terlihat bekasnya sampai sekarang,” kata Vusa Fadzillatur Rendy. Siwa kelas X-TKJ-2 SMK Al Huda Kota Kediri ini kemudian menunjukkan tangan kirinya yang memiliki bekas memar.

Bersama Putra Sandy Darmawan dari kelas X-PF, Erfin Hanggara, kelas X-TKJ-2, dan Marvel Rezky Aditya, kelas X-TKR-1, Rendy memang bertugas sebagai penarik tali dari tiang pancang untuk mendirikan tenda. Tidak hanya dirinya yang cedera, telapak tangan Sandy dan Erfin pun sampai kapalan.

Luka memar atau kapalan yang diderita ketiga remaja tersebut disebabkan tekanan dan gesekan pada permukaan kulit luar telapak tangan. Akibatnya, telapak mereka kalus atau penebalan pada kulit. Itu gara-gara menarik tali pengikat tiang pancang terlalu kuat saat mendirikan tenda besar. Ukuran tendanya sekitar 3 x 5 meter dengan tinggi di kisaran 2,5 meter.

Dari lomba bidang pasang bongkar tenda (PBT) yang diadakan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Kediri tersebut, menurut Erfin, kegiatan mendirikan tenda itulah yang paling berat. Agar tali tenda yang ditarik tak lepas, keempat anggota PMR itu bahkan harus menggenggam dan mengikatkannya hingga ke batas siku.

“Makanya (telapak) tangan kami kapalan karena menarik tali pancang tiang tenda itu kuat-kuat. Kalau tidak pasti tidak bisa berdiri,” kenangnya kepada JP Radar Kediri di sekolahnya siang kemarin (2/10).  

Uniknya, meski ketiga rekannya cedera kapalan, Rezky Aditya tidak mengalaminya. Pelajar asal Desa Besuk, Kecamatan Gurah ini bahkan menunjukkan telapak tangannya baik-baik saja. Ia pun tak cedera kendati mengakui tangannya terasa panas dan pedih saat menarik tali tenda tersebut. “Ini lho nggak kenapa-napa,” ujarnya.

Usut punya usut, Aditya ternyata sudah terbiasa menarik tali. Itu dialaminya karena ia aktif di kegiatan pramuka. Selain itu, siswa ini diketahui juga ikut kerja di usaha pembuatan alat pengeras suara atau sound system. Termasuk memasang atau merakitnya.

Sehingga ia terbiasa menarik kabel. “Kalau di desa saya disebutnya tukang sound (system). Tukang ngolor kabel,” selorohnya.

Bukan hanya berhasil mendirikan tenda, tim bidang PBT PMR SMK Al Huda yang diketuai Moch. Rafi Saifulloh dari kelas XII-TKJ-1 juga mencatatkan waktu optimal. Dari waktu maksimal pasang tenda selama 13 menit, tim yang juga beranggotakan Ahmad Alvin Naufal (XII-TKJ-1), Achmad Faiz Risq Ramadhani (XI-TKJ-1), dan Ahmad Syahru Romadhon (XI-TKR-1) mampu menyelesaikannya 8 menit.

Begitu pula ketika membongkar tenda. Walaupun sempat ada kendala, mereka mampu menyelesaikannya kurang dari waktu maksimal yang ditetapkan. Kendala terjadi gara-gara ada pasak tenda yang terikat tali mati. Padahal seharusnya tertali simpul. Lokasinya di samping kiri tenda. Sehingga butuh waktu melepasnya.

Begitu bersemangatnya, kaki Alvin sempat tersangkut tali hingga keseleo kala membongkar tenda. “Tim kami gerak cepat. Dari batas waktu maksimal 4 menit untuk bongkar tenda, kami selesaikan 2,40 menit,” papar Rafi.

Perjuangan tim PMR SMK Al Huda tak mengkhianati hasil. Mereka pun berhasil merebut dua juara sekaligus. Yakni juara 3 lomba bidang PBT dan juara 3 umum yang meliputi bidang pertolongan pertama dan evakuasi, bidang sanitasi kesehatan, serta bidang ayo siaga bencana (ASB).

Lomba yang diselenggarakan PMI Kota Kediri ini digelar di SMAN 7 Kota Kediri. Event tersebut bertajuk Silaturahmi Lomba Antar PMR (Si Lontar PMR). Pelaksanaannya pada 28 September lalu di lapangan sekolah tersebut. “Waktunya mulai pagi sampai sore,” kata Pembina PMR SMK Al Huda Kota Kediri Muh. Safa’udin.

Informasi tentang lomba ini awalnya disampaikan oleh pelatih PMR di SMK Al Huda yang dihadirkan langsung dari PMI Kota Kediri. Mereka adalah Rizal, Deny, dan Johan. Pada 6 September silam, para pelatih ini memberitahu ada event bergengsi itu. “Siswa yang ikut PMR di Al Huda ternyata semangat dan minat ikut. Lalu, kami teruskan ke kepala sekolah,” kata Safa’udin.

Antusiasme itu pun didukung pihak sekolah. Akhirnya dilakukan latihan intensif. Dari yang biasa kegiatan ekstrakurikuler sekali seminggu, menjadi dua kali. Bahkan hari Minggu pun dimanfaatkan untuk berlatih.

“Kami sebenarnya tak ada target juara karena kegiatan PMR sempat vakum sejak terjadi Covid-19. Baru tahun 2022 aktif kembali. Jadi ikut lomba ini agar tambah pengalaman, eh malah dapat juara,” papar Safa’udin.

Selain PBT, lomba bidang pertolongan pertama dan tandu darurat diwakili Ahmad Fadhillah Akbar (kelas XII-TKJ-3), Albets Saputra anam (XII-TKJ-3), Irza Ahmad Bagus Saputra (XII-TITL), Arif Evendi (X-TKJ-1), Muhammad Fadilatul R. (X-TKJ-1), Jhonatan Maulana P. (X-TKR-1), dan Andika Dwi Pratama (X-TPM-1). 

Kemudian, bidang sanitasi kesehatan diwakili Pratama Wija Kurniawan (XI-TKJ-2), Septika Ramadani (XI-TKJ-1), dan Zuhriyyah Hisaanah Yasmin (X-TKJ-1). Lalu bidang lomba ayo siaga bencana (ASB) diwakili M. Afif Trio Farhan (X-TKR-1).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #PMI #pmr #smk al huda kediri #jawapos