KEDIRI, JP Radar Kediri- Rasio kelulusan kelas IX di Kota Kediri dianggap cukup untuk memenuhi pagu SMA/SMK negeri di Kota Kediri. Kondisi itu relevan dengan beberapa sekolah swasta yang kini kebingungan kekurangan siswa baru.
Meski tahun ajaran baru 2024/2025 sudah dimulai, SMA/SMK swasta masih membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB). Alasan utamanya karena pagu sekolah yang belum penuhi target.
Data yang diterima koran ini, lulusan kelas IX dari SMP/MTs/Paket B di Kota Kediri tahun ini mencapai sekitar 4.680 anak. Sedangkan pagu SMA dan SMK negeri di Kota Kediri mencapai sekitar 4.100 anak. Praktis hanya tersisa selisih 580 lulusan Kota Kediri yang belum diterima di sekolah negeri.
Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, perhitungan matematis itu tidak bisa serta merta digunakan sebagai penentu pendaftar sekolah swasta.
“Kalau dihitung-hitung ya memang sedikit sisanya. Kan sudah 4.100 (yang terserap ke SMA/SMK negeri, Red). Belum yang ke MAN. Sehingga data itu sebagai gambaran saja. Tidak bisa menjadi acuan utama,” ujarnya pada Kamis (11/7).
Belum lagi siswa melanjutkan pendidikan di lembaga pondok pesantren. Di samping itu, siswa baru di SMK Kota Kediri juga dimungkinkan berasal dari luar kota. Termasuk dari Kabupaten Kediri.
“Kalau SMK itu zonasinya hanya 10 persen. Lainnya (pendaftar dari luar Kota Kediri, Red) sudah bisa mendaftar di SMK kota,” tandasnya.
Alih-alih, sekolah swasta di Kota Kediri juga dimungkinkan diisi sebagian oleh lulusan dari luar kota. Seperti di Kabupaten Kediri, selisih lulusan dan pagu sekolah negeri terbilang masih banyak.
Jumlah lulusan SMP/MTs/Paket B di Kabupaten Kediri mencapai 24.500 anak. Sedangkan pagu SMA dan SMK negeri berkisar 7.380 anak. Artinya, ada selisih hingga 17 ribu anak.
“Kalau hitung-hitungan ya cukup lah. Tapi kan nggak sesimpel itu. MAN belum diperhitungkan. Madrasah Aliyah swasta juga belum diperhitungkan. Karena jumlah lulusan ini kan mencakup SMP dan MTs,” bebernya.
Sebelumnya diberitakan, beberapa SMA dan SMK swasta masih menerima peserta didik baru imbas keterisian pagu yang masih jauh dari harapan. Kepala SMA Pawyatan Daha Kediri Aziz Mashudi mengatakan, hingga awal pekan ini, pagu sekolahnya baru terisi 40 – 50 persen.
Sedangkan Kepala SMK Kartanegara Kota Kediri Agung Wicaksono mengatakan, pihaknya justru merasakan penurunan jumlah siswa baru sejak tahun lalu. Dia mencontohkan, tahun 2022 lalu sekolah di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri itu bisa menerima 270 siswa baru. “Tahun lalu hanya 155 siswa baru. Tahun ini turun lagi menjadi 130 siswa,” aku Agung.
Fenomena penurunan jumlah siswa baru di SMA swasta menurut Agung jadi bahasan khusus dalam pertemuan MKKS SMA swasta di Jatim. Penurunan jumlah siswa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya karena jumlah sekolah baru bertambah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah