KEDIRI, JP Radar Kediri- Sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) swasta di Kota Kediri kekurangan murid. Hingga akhir Juli ini, pagu yang terisi baru sekitar separo. Akibatnya, mereka memutuskan memperpanjang pendaftaran hingga Agustus nanti.
Seperti diungkapkan oleh Kepala SMA Pawyatan Daha Kediri Aziz Mashudi. Menurutnya, pagu di sekolah yang dipimpinnya juga belum penuh.
“Di tempat saya juga sampai detik ini masih membuka kesempatan bagi peserta didik untuk mendaftar,” ujarnya.
Karenanya, Aziz mengakui jika pihaknya masih menerima siswa baru hingga kemarin. Baik dari lulusan SMP, MTs, maupun paket B. “Rata-rata masih 40-50 persen (terisi, Red),” lanjut Aziz terkait keterisian pagu SMA swasta di Kota Kediri lainnya.
Bagaimana jika hingga Agustus nanti tetap belum penuh? Aziz menyebut pendaftaran akan ditutup pada saat cut-off data pokok pendidikan (dapodik) pada akhir Agustus nanti. “Pada saat cut-off dapodik itu, sekolah sudah tidak bisa memasukkan nama lagi,” tandasnya.
Dikatakan Aziz, biasanya sekolah swasta akan kebanjiran siswa baru setelah PPDB sekolah negeri berakhir. Namun, tahun ini ternyata jumlahnya tidak signifikan.
Ketua MKKS SMA Swasta Kota Kediri Kadiyem juga membenarkan terkait pagu di SMA swasta yang belum penuh. “Biasanya masih terus berproses sampai batas waktu cut-off dapodik,” urai perempuan yang juga kepala SMA Muhammadiyah itu.
Sementara itu, problem kekurangan murid juga terjadi di SMK swasta. Kepala SMK Kartanegara Kota Kediri Agung Wicaksono menyebut, penurunan jumlah siswa baru terjadi sejak tahun lalu. Dia mencontohkan, tahun 2022 lalu sekolah di Kelurahan Banjaran, Kota Kediri itu bisa menerima 270 siswa baru. “Tahun lalu hanya 155 siswa baru. Tahun ini turun lagi menjadi 130 siswa,” aku Agung.
Fenomena penurunan jumlah siswa baru di SMA swasta menurut Agung jadi bahasan khusus dalam pertemuan MKKS SMA swasta di Jatim. Penurunan jumlah siswa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya karena jumlah sekolah baru bertambah.
Melihat hal tersebut, Agung menyebut, pemerintah harus melakukan evaluasi rasio lulusan SMP dengan jumlah SMA/SMK di daerah masing-masing. “Harus dievaluasi atau ditinjau kembali jika ada pengajuan pendirian SMA/SMK baru meski ada tekanan,” tandasnya.
Lebih jauh Agung menyebut kekurangan siswa SMA/SMK swasta hanya terjadi di Kota Kediri. Adapun untuk SMK di Kabupaten Kediri pagunya tetap bisa penuh. “Kalau sekolah di kabupaten tidak ada masalah. Yang kekurangan itu sekolah di kota,” tegasnya.
Terpisah, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi membenarkan fenomena penerimaan siswa baru di SMA/SMK swasta hingga tahun ajaran baru dimulai. Di Kota Kediri menurutnya ada 12 SMA swasta di tiga kecamatan. Mayoritas dari jumlah tersebut belum terpenuhi pagunya. “Biasanya (pendaftaran, Red) sampai cut-off dapodik itu pada 31 Agustus,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah