KEDIRI, JP Radar Kediri-Fenomena kekurangan murid tidak hanya terjadi pada sejumlah SD negeri di Kota Kediri. Melainkan, pagu sejumlah SMA swasta pun juga banyak yang belum penuh. Karenanya, hingga tahun ajaran baru nanti sedikitnya ada lima swasta yang masih membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB).
Untuk diketahui, di Kota Kediri total ada 12 SMA swasta yang tersebar di tiga kecamatan. Dari jumlah tersebut, hingga Selasa (15/7) lalu baru tujuh SMA yang sudah menutup pendaftaran atau pagu mereka terisi penuh. Adapun lima lainnya masih kekurangan murid.
“Pagunya banyak yang belum terpenuhi. Ada yang belum mencapai 50 persen,” aku Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi.
Chairul mencontohkan, misalnya pagu satu sekolah tahun lalu sebanyak 100 anak, hingga minggu kemarin ternyata banyak yang pagunya belum mencapai separo. Kondisi tersebut menurutnya cukup membingungkan. Sebab, biasanya sekolah swasta diserbu pendaftar begitu PPDB SMA/SMK selesai.
“Tapi sampai Selasa (9/7) ketemu teman-teman (SMA swasta, Red) katanya belum ada (peningkatan signifikan jumlah pendaftar, Red),” lanjutnya.
Keterisian pagu sekolah-sekolah tersebut menurut Chairul tidak sama. Sekolah swasta ada yang keterisian pagunya baru sekitar 85-90 persen. Selebihnya, ada beberapa yang di bawah 50 persen.
Sampai kapan sekolah-sekolah swasta itu bisa menerima siswa baru? Meski masih memberi keleluasaan hingga beberapa minggu ke depan, menurut Chairul Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Provinsi Jatim Wilayah Kediri tetap memberi batas waktu. Menurutnya Kepala Cabdisdik Adi Prayitno sudah
Memberi informasi kepada pengurus SMA swasta.
Yakni, sekolah bisa menerima siswa baru sampai cut-off atau batas waktu pengiriman data pokok pendidikan (dapodik). “Biasanya (batas waktu dapodik, Red) 31 Agustus,” terang Chairul sembari menyebut server untuk input dapodik di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) biasanya ditutup pada akhir Agustus.
Lebih jauh Chairul menegaskan, penerimaan siswa baru di sekolah swasta yang masih dibuka itu dilakukan karena juga menimbang kebutuhan siswa. Yakni, agar siswa tetap bisa mendapat pendidikan di jenjang SMA/sederajat. Apalagi, PPDB SMA negeri sudah ditutup sejak 20 Juni lalu.
Data yang dihimpun koran ini, pagu SMA swasta di 12 lembaga di Kota Kediri sekitar 840 anak. Sedangkan lulusan SMP/MTs/dan paket di Kota Kediri tahun ini mencapai 4.682 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.170 anak sudah diterima di SMA dan SMK negeri Kota Kediri.
Dengan demikian, ada 512 siswa yang bisa masuk ke sejumlah SMA/SMK swasta di Kota Kediri. Terkait jumlah siswa yang memang di bawah pagu menurut Chairul tidak bisa dijadikan acuan. Sebab, ada pula siswa dari luar Kota Kediri yang juga masuk ke Kota Kediri. “Biasanya banyak pendaftar dari luar kota,” papar Chairul.
Dia kembali menegaskan, pendidikan di sekolah negeri dan swasta sama baiknya. Sebab, sekolah swasta juga tetap mendapat bantuan pendidikan dari pemerintah seperti bantuan operasional sekolah (BOS). Begitu pula dengan siswa kurang mampu yang masih bisa difasilitasi lewat yayasan maupun program bantuan pendidikan lainnya seperti kartu Indonesia pintar (KIP).
“Jadi sama perlakuannya, cuma stigma di masyarakat saja yang seperti itu (menganggap sekolah swasta lebih mahal, Red),” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah