KEDIRI, JP Radar Kediri- Azam Falah memang pemuda yang gigih. Siswa kelas XII SMAN 1 Wates itu juga tidak gengsian. Hal itu terlihat dari aktivitas sehari-harinya yang biasa berjualan es degan di pinggir jalan Desa/Kecamatan Wates.
Seperti Kamis (11/7) kemarin, pemuda yang akrab disapa Azam itu tengah sibuk melayani pembeli yang datang ke lapaknya. Memakai kaus hitam dan sandal jepit, dia begitu piawai meracik gula, menambahkan degan dan air kelapa sebelum disajikan ke pembeli. “Selama liburan full di sini (berjualan es degan, Red),” aku pemuda yang pada Kamis (4/7) lalu menjadi juara I tingkat SMA Kabupaten Kediri itu.
Di luar masa libur sekolah, pemuda berusia 17 tahun itu juga tidak jauh-jauh dari lapak es degan. Sepulang sekolah, dia biasa membantu orang tuanya berjualan di sana. Lalu, kapan waktu belajarnya? Rupanya dia memilih untuk intens mempelajari materi pelajaran pada malam hari.
Belajar dalam kondisi sepi membuat materi bisa lebih mudah masuk ke dalam otaknya. “Justru saat mengantuk itu menurut saya cepat masuk ke otak,” candanya sambil terkekeh.
Meski tidak mengikuti banyak les seperti pelajar di perkotaan, Azam memang sudah sarat dengan prestasi sejak kecil. Mulai dari bangku SD, dia selalu masuk lima besar. Saat di SMAN 1 Wates, dia selalu rangking satu.
Karena prestasi itu pula yang membuat Azam terpilih mewakili sekolahnya di ajang Kompetisi Akademik 2024. Sebelum mengikuti babak penyisihan dan babak final, putra pasangan Istukaji dan almarhumah Siti Umayah itu belajar lebih giat lagi. Jam belajarnya juga ditambah.
Meski persiapannya sudah maksimal, dia tetap tidak yakin bisa menjadi juara.
“Nggak menyangka juga bisa menjadi juara. Soalnya lawan-lawannya juga pintar-pintar,” paparnya.
Setelah berhasil mengalahkan pelajar SMA se-Kabupaten Kediri, kini Azam semakin percaya diri untuk menatap masa depan. Berbekal juara 1 Kompetisi Akademik 2024, pemuda yang bercita-cita menjadi guru bahasa Inggris ini makin percaya diri untuk ikut tes seleksi masuk ke perguruan tinggi.
“Dulu sempat takut karena merasa kesulitan dan tidak mampu. Namun setelah ikut dan menang di Kompetisi Akademik jadi lebih PD. Dan ini jadi modal juga,” tuturnya optimistis.
Jika Azam menjadi juara 1 kategori SMA di Kabupaten Kediri, juara 1 kategori SMA Kota Kediri diraih Dzakwan Hafizh Sunardi, siswa SMAN 3 Kota Kediri. Pemuda yang tinggal di Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Kota Kediri ini menyebut prestasi yang didapat adalah buah dari penderitaannya.
Betapa tidak, Dzakwan termotivasi untuk lebih giat belajar setelah patah hati. “Dulu saya nggak serajin sekarang dalam belajar,” akunya sambil tersenyum.
Mengalami cinta sepihak atau cinta bertepuk sebelah tangan, Dzakwan sempat terpuruk. Namun, dia memilih untuk bangkit. Jika sebelumnya dia hanya belajar seperlunya, setelah patah hati berubah menjadi pribadi yang rajin belajar.
Dari sana, prestasinya langsung meroket. Dzakwan pun didapuk untuk mewakili sekolah dan mengikuti Kompetisi Akademik 2024. Seperti halnya Azam, dia juga sempat tidak percaya diri saat harus berkompetisi dengan peserta lain yang menurutnya lebih pintar. “Setelah dimotivasi oleh para guru akhirnya mantap untuk ikut kompetisi,” paparnya.
Tak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah memberi kepercayaan kepada dirinya, Dzakwan semakin giat belajar. Semua materi yang diujikan dilahapnya. Jika ada materi yang kurang dipahami, dia langsung bertanya kepada guru.
Kegigihannya terbayarkan. Dia lolos ke babak final. Dia semakin percaya diri karena saat mengerjakan soal di aula kampus Universitas Islam Kadiri, Dzakwan merasa bisa mengerjakan soal dengan baik. “Yang awalnya pesimis jadi percaya diri,” kenangnya.
Feeling-nya tepat. Dzakwan dinobatkan menjadi juara 1 kategori SMA Kota Kediri. Seolah kompak dengan Azam, bekal juara dari ajang Kompetisi Akademik ini membuatnya semakin pede menatap masa depan. “Saya ingin mendaftar ke STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negeri) setelah lulus SMA nanti,” urai siswa kelas XII itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah