KEDIRI, JP Radar Kediri- Sepuluh besar finalis Duta Antikorupsi Kabupaten Kediri 2024 unjuk kebolehan di babak grand final kemarin (11/7). Hasilnya, pelajar dari SMPN 2 Kandangan meraih poin tertinggi dan terpilih sebagai Duta Antikorupsi 2024. Kepada para pemenang, Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berpesan agar mereka bisa menjadi agen antikorupsi dan menyebarkan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan sekolah.
Selain siswa SMPN 2 Kandangan, ada pula siswa SMPN 1 Mojo yang mendapat juara 2, serta siswa SMP Ulil Albab Mojo yang memperoleh juara 3. Disusul SMPN 3 Pare, SMP Islam Plus Al-Hikam, dan SMPN 2 Kepung yang mendapat masing-masing meraih juara harapan 1, 2, dan 3.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, tahun ini merupakan kali kedua ajang ini digelar. Dengan melibatkan Polres Kediri dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, acara tersebut diharapkan bisa memberi pemahaman sejak dini kepada siswa SMP. Khususnya terkait praktik-praktik antikorupsi di lingkungan sekolah.
“Tentu menjadi stimulasi bagi mereka agar kelak ketika anak-anak sudah paham, maka mereka akan menjadi pelopor di lingkungan masing-masing. Dan ketika terjun di masyarakat juga sudah terbiasa mempraktikkan kebiasaan antikorupsi,” ujar Muhsin.
Dengan berperilaku baik dan menjunjung kejujuran, menurut Muhsin hal tersebut juga bisa jadi upaya untuk menyiapkan pemimpin di masa depan. Dengan berperilaku baik di sekolah, diharapkan anak juga akan berperilaku sama di masyarakat.
“Berani menyampaikan sesuatu yang sudah tidak pada tempatnya dan harus ditolak praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme. Harus ditanamkan sejak kecil,” tandasnya.
Sementara itu, Duta Antikorupsi Kabupaten Kediri 2024 Angelika Dwi Damayanti mengaku bersyukur bisa menjuarai ajang bergengsi tersebut. Tampil bersama rekannya, Arjuna Putra Satria, mereka berhasil menyisihkan total 69 siswa peserta pemilihan duta antikorupsi tersebut.
Di babak grand final kemarin, penampilan Angel dan Juna berhasil memukai para dewan juri. Mereka mengemas pesan-pesan antikorupsi dalam bentuk pertunjukan yang interaktif. Salah satunya, dengan membawakan lagu tema dari serial Doraemon dan menyisipkan narasi antikorupsi dalam liriknya.
“Dengan adanya lomba ini, kami juga bisa lebih tahu tentang pendidikan antikorupsi,” ujar pelajar kelas VIII itu.
Dengan predikat itu, Angel juga mendapat tanggung jawab baru untuk menyosialisasikan nilai-nilai antikorupsi di lingkungan sebayanya. “Menurut saya, sosialisasi pendidikan antikorupsi di sekolah bisa dengan menyisipkannya di kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler dan sebagainya. Bisa dengan ngobrol dan pendekatan dengan tanpa menggurui,” jelasnya.
Feriyanto, guru pembina Angel dan Juna mengatakan, persiapan menghadapi babak grand final berlangsung sangat singkat. Berbagai riset dilakukan untuk menyiapkan penampilan sebaik mungkin dengan tetap pada koridor tema yang ditentukan.
“Riset itu untuk mencari kira-kira tampilan apa yang kira-kira berbeda dari yang lain. Oleh karena itu, hari ini sesuai ekspektasi kita, penampilan kita pasti berbeda dari peserta yang lain,” papar guru pembina OSIS di SMPN 2 Kandangan itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah