Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Kabar Baik untuk Siswa yang Terlempar di Jalur Zonasi PPDB SMA di Kota Kediri

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 2 Juli 2024 | 20:54 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kabar baik bagi pendaftar jalur zonasi SMA yang sebelumnya tergusur. Mereka berpeluang mendapat tempat setelah ada pagu yang belum terisi penuh. Jumlahnya mencapai ratusan kursi, yang tersebar di SMA-SMA negeri di Kota dan Kabupaten Kediri. Rencananya, nama-nama yang akhirnya mengisi sisa kursi.

Jalur zonasi yang jatahnya 50 persen dari total kuota sendiri terbagi dua. Yang 30 persen menjadi jatah zonasi radius atau jarak terdekat. Sedangkan 20 persen untuk zonasi sebaran. Yang terakhir ini dibagi ke desa atau kelurahan yang ada dalam satu zona.

Kenyataannya, tidak semua desa atau kelurahan memiliki siswa pendaftar. Akibatnya, kursi yang disediakan tidak terisi. Inilah yang akan diberikan ke pendaftar jalur zonasi radius yang sebelumnya sudah terlempar.

“Misalnya di Zona 1 SMA Kota Kediri meliputi 18 kelurahan. Kalau misal ada kelurahan yang nggak ada pendaftarnya, akhirnya kan kosong. Padahal di sana ada kuotanya,” ujar Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kediri Chairul Effendi.

Menurut Chairul, aturan ini baru diterapkan tahun ini. Karena itu, ada kemungkinan banyak yang belum tahu.

“Tapi saya sudah pesan ke panitia di sekolah, tolong dicek anak-anak Kalau belum daftar ulang, segera dikasih tahu. Karena kasihan kalau sebenarnya dia masuk, tapi tidak melihat pengumuman pemenuhan pagu,” akunya.

Jumlah kursi jalur zonasi yang tak terisi tersebut mencapai ratusan di Kediri Raya. Contohnya, di SMAN 2 Kota Kediri, ada enam kursi yang tersisa dari zonasi sebaran. Kemudian di SMAN 6 Kota Kediri sisanya mencapai 16 kursi. Sedangkan di SMAN 4 ada 14 kursi.

Sisa kursi di SMA negeri di kabupaten lebih banyak lagi. Di SMAN 2 Pare misalnya, tersisa sembilan kursi. Kemudian di SMAN Grogol tersisa 38 kursi. Dan di SMAN 1 Ngadiluwih tersisa 43 kursi. Data tersebut diperoleh dari website ppdbjatim.net.

Sebelumnya diberitakan, persaingan PPDB jalur zonasi SMA berjalan ketat. Di beberapa sekolah, jarak terjauh rumah siswa dengan sekolah kurang dari satu kilometer. Bahkan, jarak terjauh di SMAN 2 Kediri hanya 498 meter!

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, jumlah pendaftar jalur zonasi SMA mencapai dua kali lipat dari pagu. Dengan jumlah bangku tujuh SMA negeri yang berjumlah 1.260, jumlah pendaftar mencapai 2.567. Praktis, ada 1.307 siswa yang tidak diterima.

Sementara itu, dari PPDB SMP di Kabupaten Kediri jalur zonasi dan pindah tugas, hari pertama kemarin langsung diserbu pendaftar. Membuat petugas sempat kewalahan ketika memverifikasi lokasi rumah. Antrean panjang pun sempat terjadi.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Ngasem. Hingga pukul 11.00, antrean peserta di sekolah yang favorit di Kecamatan Ngasem itu masih panjang. Padahal pukul 12.00 pendaftaran ditutup.

“Karena termasuk sekolah favorit. Jadi memang banyak yang daftar,” kata Khoirul Anwarudin, ketua PPDB SMPN 1 Ngasem yang ditemui di ruang pendaftaran.

Khoirul menyebut, secara umum proses pendaftaran berjalan lancar. Walau demikian, karena pendaftar yang banyak, petugas sempat kewalahan saat melayani calon siswa. terlebih ketika proses verifikasi lokasi rumah pendaftar. Menurutnya butuh waktu lama ketika memastikan jarak rumah pendaftar.

“Ada sedikit kendala berkaitan dengan pengecekan lokasi rumah. Kan dioperator harus cek google map. Operator juga harus tanya-tanya dulu kepastiannya dengan pendaftar. Sehingga memakan waktu,” terangnya.

Hal serupa dialami SMPN 2 Ngasem. Admin PPDB SMPN 2 Ngasem Muanam, menyebut pendaftar di sekolah yang berdiri belum ada satu tahun itu membeludak. Bahkan, antreannya harus dilanjutkan hari ini karena waktu pendaftaran sudah habis.

Dari total 77 pendaftar, 43 berkas sudah terverifikasi. Sementara sisanya haarus dilanjut hari ini.

“Banyak sekali yang daftar. Tidak sesuai dugaan. Padahal SMP ini baru. Jumlahnya melebihi target,” terangnya.

Muanam menyebut, petugas sempat terkendala saat pencocokan lokasi rumah pendafta. Menurutnya, proses paling lama saan mencocokkan data itu.

“Lamanya saat mencari google map. Mencocokkan dengan data yang masuk. Karena harus diteliti lagi. Betul tidak rumahnya sini,” jelasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #pendidikan #sma #PBDB #zonasi #kota kediri