Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pendaftaran Pertama Jalur Zonasi SMP, Ratusan Siswa Gagal Login karena Tak Punya Akun

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 25 Juni 2024 | 16:37 WIB
ANTRE: Sejumlah orang tua wali murid mendatangi operator di Dinas Pendidikan Kota Kediri karena mereka gagal mendaftar mandiri kemarin.
ANTRE: Sejumlah orang tua wali murid mendatangi operator di Dinas Pendidikan Kota Kediri karena mereka gagal mendaftar mandiri kemarin.

KEDIRI, JP Radar Kediri — Hari pertama pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi SD dan SMP, ratusan orang tua (ortu) siswa datangi Dinas Pendidikan Kota Kediri. Akibatnya, antrean mengular di depan ruang operator sejak pagi. Mereka meminta bantuan petugas di sana untuk mendaftar karena gagal login mandiri.

Dian, orang tua siswa asal Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren itu mendatangi kantor Disdik Kota Kediri karena data anaknya di sistem tidak sesuai. Seharusnya, sesuai KK, domisili anaknya di Kelurahan Bangsal. Namun saat mendaftar, anaknya justru terdaftar sebagai siswa domisili di Kelurahan Pesantren.

“Ketahuannya waktu mendaftar, kok poin zonanya hanya 300. Harusnya kalau masih dalam kelurahan yang sama, poinnya bisa 400. Akhirnya sama pihak sekolah disuruh ke operator dinas,” ujar perempuan yang ingin mendaftarkan anaknya di SDN Bangsal 3 itu.

Seharusnya, kata Dian, proses pendaftaran tetap bisa dilanjutkan. Hanya saja, perolehan poin jadi tidak maksimal. Dengan begitu, dapat mengurangi peluang anaknya diterima di sekolah yang diinginkan.

“Memang inginnya di SDN Bangsal 3 yang dekat rumah. Kan fungsinya zonasi memang itu, biar dekat rumah,” tandasnya.

Beda halnya dengan Ratna. Orang tua siswa asal Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren. Dia mendatangi operator disdik lantaran anaknya yang belum terdata di sistem PPDB Kota Kediri.

“KK-nya kota. Tapi dulu TK-nya di Gurah (Kabupaten Kediri). Karena dulu kan ikut tempat kerja saya di sana. Nggak tahunya malah ternyata jadi ribet sekarang,” keluhnya.

Sesuai ketentuan, calon peserta didik dari sekolah luar kota memang diharuskan melakukan pendataan terlebih dahulu. Adapun pendataan tersebut sudah dibuka sejak 20 Mei lalu. Siswa lulusan tahun sebelumnya atau yang berasal dari sekolah luar Kota Kediri, harus melakukan pendataan sebelum mendaftar PPDB. “Kalau tetap nggak bisa, ya sudah ke SD swasta saja,” lanjut perempuan yang harus mengantre hingga hampir tiga jam.

Koordinator Operator PPDB 2024 Hakim mengatakan, mayoritas masyarakat mendatangi operator karena calon siswa belum mendaftarkan akun. Sehingga belum bisa melakukan pendaftaran online di situs PPDB. Keluhan itu banyak diajukan calon siswa yang berdomisili di Kota Kediri namun dari sekolah asal luar Kota Kediri.

“Sebetulnya di situs PPDB sudah disediakan untuk pendataan mandiri. Cuma dari sekolah, pemahamannya kayaknya kurang. Mereka disuruh ke sini untuk pendataan. Padahal seharusnya mereka bisa pendataan sendiri,” jelasnya.

Karena itu, ortu siswa yang mendatangi operator Disdik Kota Kediri pun membeludak. Dari pukul 08.00 – 14.00, pendataan akun siswa yang dilakukan dari operator disdik mencapai 250 siswa.

Informasi yang dihimpun koran ini, pendaftar jalur zonasi SMP hingga pukul 14.00 kemarin mencapai 1.588 siswa. Di waktu yang sama, jenjang SD sudah diramaikan 1.815 pendaftar. Sedangkan pendaftaran jalur terakhir di PPDB SD/SMP negeri ini masih akan dibuka selama tiga hari hingga Rabu besok (26/6). Jumlah pagu jalur zonasi sedikitnya mencapai 1.584 kursi.

Sementara itu, membeludaknya pendaftar juga terjadi di PPDB SMP jalur prestasi, afirmasi, dan jalur perpindahan orang tua di Kabupaten Kediri. Saking banyaknya pendaftar, sistem PPDB di Bumi Panjalu sempat error.

Seperti yang terjadi di SMPN 1 Ngasem. Ketua Panitia PPDB SMPN 1 Ngasem Khoirul Anwarudin mengatakan, hari pertama kemarin jumlah pendaftar di sekolahnya membeludak. “Tahun ini ada perbedaan sistem pendaftaran dibanding tahun lalu,” kata Khoirul terkait membeludaknya pendaftar.

Tahun lalu, menurut Khoirul peserta bisa melakukan verifikasi di sekolah manapun yang menjadi pilihan saat mendaftar. Adapun tahun ini, siswa harus melakukan verifikasi di sekolah yang merupakan pilihan pertama.

Adapun SMPN 1 Ngasem tergolong sekolah favorit di Kecamatan Ngasem. Alhasil, seluruh pendaftar melakukan verifikasi di sana hingga membeludak. Antrean panjang di sana pun tak terelakkan. Sebab, petugas harus membantu siswa mendaftar online dan mencetak berkas.

“Mestinya dari SD sudah dibantu daftar online dan  cetak, disini tinggal verifikasi. Namun masih banyak yang belum cetak pendaftaran. Tetapi kami sudah antisipasi, kami punya tim yang membantu pendaftaran online,” terang Khoirul.

Pria yang juga waka humas SMPN 1 Ngasem itu menyebut, banyaknya pendaftar membuat sistem PPDB sempat trouble. Bersyukur hal tersebut tidak berlangsung lama. “Awal-awal tadi ada trouble. Mungkin karena jaringan. Namun berikutnya sudah lancar,” urainya.

Terpisah, Nurul Habibi, 40, warga Desa Karangrejo, Ngasem, mengaku harus mengantre lama karena jumlah pendaftar di SMPN 1 Ngasem sangat banyak. “Harapannya ditambah panitia lagi untuk mengurangi antrean yang mengular,” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#gagal login #kabupaten kediri #kediri #Dinas Pendidikan Kota Kediri #ppdb #jalur zonasi