KEDIRI, JP Radar Kediri — Pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahap 1 dimulai kemarin. Di hari pertama, puluhan siswa mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri. Mereka panik karena salah memilih jalur dan salah meng-input data saat mendaftar.
Untuk diketahui, di tahap 1 ini dibuka tiga jalur pendaftaran. Yaitu, jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua/wali, dan prestasi hasil lomba. Total kuota untuk tiga jalur tersebut adalah 25 persen. Sedangkan pagu tujuh SMA negeri di Kota Kediri tahun ini berkisar 2.514 kursi. Praktis, ada 628 kursi yang dialokasikan untuk pendaftar yang lolos dari dua hari pendaftaran hingga hari ini (11/6).
Pada hari pertama kemarin, sejumlah siswa panik karena salah meng-input data PPDB. “Salah input data. Harusnya daftar jalur prestasi lomba, tapi keliru jalur perpindahan orang tua,” ungkap Putra, pemuda asal Pare.
Khawatir kesalahan memilih jalur akan berdampak pada peluangnya untuk diterima di SMAN 1 Pare, dia langsung panik. Karenanya, kemarin dia langsung mendatangi cabdisdik untuk berkonsultasi.
“Tadi (10/6) katanya tidak bisa diganti karena sudah keluar bukti pendaftarannya. Tapi akhirnya disarankan untuk memproses (penggantian jalur, Red) di sekolah tujuan,” lanjut Putra pasrah.
Untuk diketahui, di hari pertama pendaftaran kemarin, siswa memilih mendaftar seawal mungkin. Adam, lulusan dari SMPN 8 Kota Kediri memilih mendaftar pukul 00.00.
Memilih terjaga hingga dini hari, pemuda asal Ngasem, Kabupaten Kediri itu mengaku sempat kebingungan. Sebab, dia hanya bisa memilih satu sekolah tujuan. “Sebelumnya sempat latihan pendaftaran di website PPDB. Di situ bisa memilih tiga sekolah. Tapi ini tadi (10/6) ternyata hanya bisa pilih satu sekolah,” terang pemuda yang mendaftar di jalur prestasi hasil lomba itu.
Untuk memperbesar peluangnya diterima di SMAN 1 Kota Kediri, dia menyertakan berbagai sertifikat dan piagam. “Tadi saya mencantumkan enam berkas (piagam dan sertifikat, Red). Setahu saya yang bisa dicantumkan untuk kejuaraan tiga tahun sebelum PPDB saja,” tandasnya.
Wibisana, calon peserta didik lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Dia hanya bisa memilih satu sekolah di jalur afirmasi. Pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan di SMKN 1 Kota Kediri itu juga mendaftar pagi-pagi sekali kemarin. “Daftar lebih awal biar tenang saja,” ujarnya sembari menyebut dirinya cukup melampirkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau bukti keikutsertaan dalam data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) saja.
Sementara itu, Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi mengatakan, siswa memang hanya bisa memilih satu sekolah di jalur tahap pertama ini. “Baru nanti di jalur tahap 2 sampai 5 bisa memilih tiga sekolah atau jurusan,” ujarnya.
Di tahap 2 – 5 itu meliputi jalur prestasi nilai akademik SMA, zonasi SMK, zonasi SMA, dan prestasi nilai akademik SMK. Saat itulah siswa bisa memilih tiga sekolah atau jurusan saat mendaftar.
Terkait kedatangan puluhan siswa ke cabdisdik kemarin, Chairul menyebut mereka mengeluhkan banyak kendala. Selain karena salah memilih sekolah, ada pula yang nggak bisa log in.”(Nggak bisa login, Red) karena keliru kombinasi akunnya. Seperti NISN (nomor induk siswa nasional, Red), PIN, atau tanggal terbit KK. Kebanyakan lupa tanggal terbit KK,” aku Chairul.
Lebih jauh Chairul menyebut, kuota PPDB tahap I sebesar 25 persen. Jumlah itu terdiri dari 15 persen kuota jalur afirmasi, 5 persen jalur perpindahan tugas orang tua/wali, dan 5 persen prestasi hasil lomba.
Adapun hingga kemarin, pengunduhan PIN pendaftaran SMA/SMK di Kota Kediri hingga pukul 15.30 mencapai 4.178 PIN. Sedangkan di Kabupaten Kediri lebih banyak dengan 12.886 PIN. Pengunduhan PIN masih bisa dilakukan hingga 14 Juni mendatang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah