Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ada Ribuan Siswa di Kota Kediri yang Terlempar dari Jalur Karakteristik PPDB SMP

Ayu Ismawati • Kamis, 6 Juni 2024 | 16:31 WIB
Psikolog IAIN Kediri membimbing anak di psikotes kemarin
Psikolog IAIN Kediri membimbing anak di psikotes kemarin

KEDIRI, JP Radar Kediri-Persaingan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur karakteristik SMP di Kota Kediri semakin ketat. Sekitar 475 pagu yang ada di sembilan sekolah Kota Kediri, hingga hari kedua kemarin diperebutkan oleh lebih dari dua ribu pendaftar.

Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, hingga pukul 13.00 kemarin, total ada 2.494 pendaftar jalur karakteristik. Jumlah tersebut terdiri dari 1.608 pendaftar di hari pertama. Kemudian, 886 pendaftar lainnya  di hari kedua. Jumlah pendaftar masih bisa bertambah karena pendaftaran dibuka hingga hari ini. Dengan jumlah pendaftar tersebut, hampir dipastikan ada dua ribu pendaftar yang akan terlempar alias tidak diterima di jalur ini.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri M. Anang Kurniawan mengatakan, jalur karakteristik mengakomodasi prestasi siswa dengan karakteristik khusus. “Siswa harus punya kelebihan melalui karakteristik masing-masing,” kata Anang sembari menyebut secara teknis prestasi karakteristik yang dicari ditentukan sekolah. Selanjutnya, sekolah melaporkan hasilnya ke dinas pendidikan.

Setelah pendaftaran ditutup siang ini (6/6), setiap sekolah akan langsung menyeleksi dan memverifikasi dokumen pendaftaran siswa. Selanjutnya, mereka akan menjadwalkan unjuk bakat.

Sementara itu, meski persaingan untuk berebut pagu karakteristik ketat, siswa tetap ingin mencoba peruntungan mereka di jalur ini. “Kemarin di jalur prestasi dinas tidak lolos. Semoga di jalur karakteristik bisa lolos,” ungkap Fany, siswa asal Kelurahan/Kecamatan Pesantren.

Mendaftar di jalur seni, dia mengunggulkan prestasinya di bidang menari. Menjelang jadwal unjuk bakat, Fany mengaku siap praktik menari. “Nanti praktik menari. Kalau piagam sudah di-upload semua,” lanjut peraih juara menari tingkat provinsi hingga nasional itu sembari menyebut jika tak lolos karakteristik dia akan mencoba mendaftar di jalur zonasi.

Untuk diketahui, selain PPDB karakteristik, PPDB jalur inklusi SMP juga terus bergulir. Kemarin, puluhan anak berkebutuhan khusus (ABK) mengikuti asesmen psikologi. Di tahap ini, psikolog berperan menggambarkan kondisi psikologis anak perihal akademik. Salah satunya untuk menimbang apakah calon peserta didik ABK bisa melanjutkan pendidikan di sekolah inklusi.

Untuk diketahui, tahun ini SD negeri inklusi di Kota Kediri hanya ada sebelas lembaga. Sedangkan SMP negeri inklusi hanya difokuskan di tiga lembaga. Yakni, SMPN 1 Kota Kediri, SMPN 5 Kota Kediri, dan SMPN 8 Kota Kediri.

Koordinator Asesmen Psikologi PPDB 2024 Hanis Ribut Makasara mengatakan, ada 45 anak yang mengikuti asesmen psikologi. Timnya pun mengalokasikan lima hari untuk menguji selurus calon peserta didik baru jalur inklusi.

 “Fokus kami di calistung (baca tulis hitung, Red), emosi, dan sebagainya. Kami nanti harus bisa menggambarkan kondisi anak dan nanti dipertimbangkan masuk inklusi atau SLB. Tapi keputusan itu semuanya di dinas pendidikan,” ujarnya.

 Dosen Psikologi di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri itu menambahkan, kondisi anak beragam saat mengikuti asesmen. Mulai dari slow learner, down syndrome, spektrum autis, hingga low vision. Pendekatan yang dilakukan pun tetap menyesuaikan kondisi masing-masing anak. Sehingga dalam proses asesmen yang melibatkan observasi itu, waktu yang dibutuhkan pun berbeda-beda. Rata-rata hingga mencapai dua jam.

 “Terkadang ada yang belum siap untuk diasesmen. Sehingga fokusnya bertanya ke orang tua. Tetapi tetap dengan catatan sebagai bahan pertimbangan,” terangnya.

Meski melakukan pengujian, menurut Hanis keputusan hasil seleksi tetap ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri. Adapun pihaknya memberikan saran dan masukan terkait hasil asesmen.

Kriteria tersebut di antaranya nilai intelligence quotient (IQ) atau kecerdasan intelektual. Siswa yang dipertimbangkan masuk sekolah inklusi adalah yang memiliki standar IQ slow learner atau dalam rentang 70 – 80.

 “Kemudian memahami dasar calistung karena itu terkait motorik halus, bisa fokus, bisa diajak interaksi dua arah, itu menjadi beberapa syarat minimal yang kami tentukan. Kami akan mempertimbangkan hal-hal itu,” urainya sembari menyebut, dalam proses asesmen itu, anak berhadapan dengan penguji dan pendamping masing-masing satu orang.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #dinas pendidikan #ppdb #jawapos #ppdb smp #karakteristik #ppdb kota kediri