KEDIRI, JP Radar Kediri – Tim Dosen Pengabdian Kepada Masyarakat (Abmas) bersama sejumlah Mahasiswa KKN Tematik Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali melanjutkan program pengabdian ke Dusun Sumber Jati, Desa Bedali, Kecamatan Ngancar, Rabu (15/5).
Kunjungan ini dalam rangka optimalisasi program implementasi teknologi tepat guna (TTG) mesin pengolah limbah daun nanas tak terpakai.
Di kesempatan ini, Tim Abmas ITS melakukan penyempurnaan mesin dengan mengimplementasikan alat berupa pintal single spindle & mesin tenun. “Program ini sudah dimulai 2020 lalu,” ucap Ketua Abmas yang juga Dosen Departemen Teknik Kimia Industri Fakultas Vokasi Prof Dr Ir Soeprijanto, M.Sc.
Baca Juga: Keren! Siswa MTsN 5 Kediri Memenangi Lomba Robotik Se-Jawa Timur
Dalam kunjungannya, Tim Abmas ITS melakukan pengecekan mesin dan mencoba sejumlah mesin pengolahan. Mereka juga melengkapinya dengan membuat mesin baru. Berupa pintal single spindle dan mesin tenun otomatis. Hal ini dilakukan untuk mengonversi daun nanas tak terpakai menjadi serat benang berkualitas.
“Kali ini kami arahkan untuk praktik pembuatan produk tekstil bernilai jual tinggi,” jelasnya.
Kunjungan sebelumnya, Tim Abmas ITS sukses melakukan uji coba mesin pengurai serat tahap akhir atau stripping. Berfungsi mengurai gumpalan serat menjadi serat individu. Serat yang dihasilkan lebih halus untuk dikonversi menjadi benang.
“Kali ini, kami lakukan penyempurnaan memakai mesin baru untuk finishing dan diolah dengan alat tenun otomatis untuk menjadi kain yang bisa dijual,” ungkapnya.
Baca Juga: Hari Pertama PPDB SMA di Kota Kediri Server Sempat Down
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mukti Desa Bedali Ahmad Choirul Anam mengaku terbantu dengan adanya program ini. Menurutnya, Desa Bedali adalah salah satu sentra buah nanas di Kabupaten Kediri.
Daun nanas tak terpakai sebelumnya kurang bisa dimanfaatkan masyarakat. Adanya alat konversi daun nanas diharapkan bisa membuka ladang usaha baru dan dapat menunjang ekonomi kreatif di desa ini.
“Ke depan, kami tidak hanya menjual serat. Namun juga akan kami olah menjadi beragam produk. Mulai dari produk tekstil hingga komposit,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah