Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Keren! Siswa MTsN 5 Kediri Memenangi Lomba Robotik Se-Jawa Timur

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 21 Mei 2024 | 17:56 WIB

Zahra dan Naufal menunjukkan piagam dan medali lomba robotik tingkat Jatim. Foto kanan, Zahra dan Anggi berlatih mengoperasikan robot line follower di sirkuit lab komputer MTsN 5 Kediri.
Zahra dan Naufal menunjukkan piagam dan medali lomba robotik tingkat Jatim. Foto kanan, Zahra dan Anggi berlatih mengoperasikan robot line follower di sirkuit lab komputer MTsN 5 Kediri.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri-Di lantai ruang laboratorium komputer itu beberapa siswa duduk lesehaan. Mata mereka memelototi layar laptop. Sementara di depannya, ada lembaran plastik vinyl-bahan yang biasa digunakan untuk banner-terbentang. Ada garis hitam yang saling bersimpangan di permukaan vinyl tersebut. Membentuk sembilan kotak dengan ukuran identik.

Tepat di garis tersebut, ada perangkat yang dilengkapi roda. Ada kabel di badan perangkat robot tersebut yang terhubung dengan USB port di laptop.  Kabel yang digunakan untuk memasukkan program ke robot agar mematuhi perintah yang diberikan.

Setelah selesai pemrograman, dua siswa itu, Lailatus Zahra dan Anggita Yunia Naczuva, mencoba memberi perintah pada sang robot. Agar bergerak mengikuti jalur berupa garis hitam di lembaran vinyl. Namun, beberapa kali dicoba ternyata mengalami kegagalan.

“Berarti mengatur perintahnya kurang benar. Coba dibenerin lagi,” perintah seorang pria kepada dua gadis remaja itu. Si pria itu adalah Aris Mahmudi. Pria 25 tahun itu mentor di ekstrakurikuler robotik MTsN 5 Kediri.

Baca Juga: Kompetisi Akademik yang Digelar Jawa Pos Radar Kediri Terbuka bagi Semua Jenjang

Dua siswa madrasah yang berada di Desa Balong, Kecamatan Ringinrejo itu kemudian kembali serius dengan laptop masing-masing. Setelah itu kembali memberi perintah kepada sang robot. Beberapa saat kemudian, keduanya bersorak.

“Wiiihhh, bisa...bisa. Berhasil!” teriak Anggi sambil bersorak. Disambung dengan tepukan tangan Zahra.

Perjuangan kedua siswa ini memang keras. Demi bisa menguasai kemampuan di bidang robotik, mereka rela datang sejak pagi ke sekolah. Padahal saat itu akhir pekan, yang merupakan waktu libur bagi mereka. Keduanya  kian serius karena menghadapi Kompetisi Sains Siswa Madrasah Indonesia  (KoSSMI) 2024 di Universitas Indonesia (UI), 25-27 Mei.

Sebelumnya Zahra, bersama Fairuzun Naufal Hidayat, rekannya yang sama-sama kelas 9,  berlomba di Jatim Robotic Competition 2024 di Kanwil Kemenag Jatim. Hasilnya, mereka merebut peringkat kedua dan mendapat medali perak.

Meraih perak di ajang itu bukan sesuatu yang mudah. Persiapan panjang mereka lakukan, hingga berbulan-bulan. Diawali dengan brainstorming untuk menentukan model robot sampai berlatih memaparkan di depan dewan juri.

Baca Juga: Peringati Hari Buku Nasional 2024, Taman Baca Mahanani Gelar Mahanani Book and Art Festival

"Bikin robotnya sekitar tiga bulan. Untuk latihan dan mempelajari seluk-beluk robotnya sekitar satu minggu," aku Zahra.

Persiapan kian berat karena mereka dihadapkan pada waktu ujian. Mereka pun harus pandai membagi waktu. Antara persiapan lomba dengan belajar menghadapi ujian.

"Kalau malam itu sudah capai, dan tak bisa fokus belajar, ya tidur. Baru besoknya menyempatkan bangun sebelum Subuh. Saya pakai untuk belajar,” terang gadis 15 tahun ini.

Sesekali Zahra bolos kelas untuk berlatih. Tapi, bila mata pelajaran yang diajarkan sulit, dia dan Naufal memilih waktu berlatih yang digeser. Menjadi sepulang sekolah.

Terlepas dari itu semua, Zahra menganggap robotik itu mengasyikkan. Membuatnya tak merasa lelah meskipun harus belajar ekstra demi persiapan lomba.

Baca Juga: PPDB SMA-SMK di Kota Kediri Berlangsung Mulai Hari Ini

Ketertarikan gadis ini pada bidang robotik, sepertinya, menurun dari sang ayah. Karena sang ayah punya hobi elektronika.

"Karena ayah punya hobi elektro, saya disarankan mencoba robotic. Eh ternyata tertarik, asyik gitu," akunya.

Keberhasilan para siswa ini juga tak lepas dari peran sang mentor, Aris. Menurut Aris, bukan perkara mudah mengajari seluk-beluk robot pada anak didiknya. Perlu memberi pemahaman ekstra karena menyesuaikan dengan waktu yang ada. Juga diselingi dengan saling mencurahkan isi hati agar mereka bisa kompak dan menyatu. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #lomba robotik #pelajar kediri #robotik #jawa pos #perlombaan