Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Peringati Hardiknas, ISNU Jatim Gelar Workshop dengan Mengundang Perguruan Tinggi di Bawah NU

Anwar Bahar Basalamah • Jumat, 3 Mei 2024 | 07:09 WIB
BERBAGI ILMU: Workshop yang digelar ISNU Jatim di Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (2/5).
BERBAGI ILMU: Workshop yang digelar ISNU Jatim di Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (2/5).

MALANG, JP Radar Kediri - Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jatim menggelar workshop dengan mengundang perguruan tinggi NU, Kamis (2/5).

Ketua Pengurus Wilayah (PW) ISNU Jatim Prof M. Mas'ud Said memberikan sambutan workshop bertema "Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama melalui Akreditasi Unggul" itu.

"Sejak lama NU berharap agar semua perguruan tinggi di lingkungan NU mendapatkan akreditasi unggul," kata Prof Mas'ud Said saat menyampaikan sambutan di Pusat Studi Jawa Timur Gedung Pascasarjana Universitas Islam Malang (Unisma).

Dalam peta jalan abad kedua NU, menurutnya, pendidikan perguruan tinggi menjadi salah satu prioritas yang harus dikuatkan selain bidang kesehatan, pengkaderan dan tata organisasi yang baik. 

Oleh karena itu, akreditasi unggul menjadi kebutuhan bagi semua perguruan tinggi NU saat ini. 

Prof Mas'ud Said mengatakan, ISNU Jatim akan melakukan pendampingan kepada perguruan tinggi NU agar bisa mendapatkan status akreditasi unggul. 

”Setelah kegiatan ini, kita geser ke perguruan tinggi yang lain yang mau ditempati. Narasumbernya ISNU yang mengurusi. Dua tahun. Harus unggul,” ujar Guru Besar Ilmu Pemerintahan yang juga Direktur Pascasarjana Unisma ini.

Dia menambahkan, ISNU Jatim ingin menjadi pilar program akreditasi perguruan tinggi NU.

Dalam workshop yang manghadirkan tiga orang pembicara ini, jumlah pesertanya membludak. Dari kapasitas 70 orang, meluber hingga menjadi 105 peserta.

Membludaknya peserta workshop menjadi indikator bahwa akreditasi unggul harus segera dicapai oleh semua perguruan tinggi di bawah naungan NU.

Ketua PWNU Jatim KH. Abdul Hakim Mahfudz menegaskan, sejak didirikan oleh Hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari, NU selalu melakukan transformasi dalam rangka mengantisipasi perkembangan zaman.

Menurut Gus Kikin -sapaan akrab KH. Abdul Hakim Mahfudz- meski NU didirikan oleh para ulama dan menjadi tempat beraktivitas para ulama alim, namun tidak pernah berhenti melakukan transformasi. 

"Hal ini dilakukan dalam rangka menjawab tantangan dan perubahan zaman. Ilmu-ilmu agama ditekuni secara fokus dan bersanad. Sedangkan ilmu umum juga dipelajari di pesantren-pesantren agar NU selalu mengikuti perkembangan zaman sesuai dengan prinsip “almuhafadzatu ‘alal qadimis sholih wal ahdu biijadidil ashlah” yang artinya, segala sesuatu yang baik akan tetap dipertahankan dengan mengadaptasi hal-hal baru yang lebih baik," terang Gus Kikin.

Gus Kikin berharap, perguruan tinggi juga melakukan transformasi-transformasi dalam rangka menghadapi perkembangan zaman. Termasuk menjadi perguruan tinggi yang unggul.

“Hadratussyaikh sangat fokus menekuni keilmuan agama, tapi bukan berarti meninggalkan urusan berbangsa dan bernegara. Mudah-mudahan para peserta mendapatkan banyak pencerahan supaya semakin kaya khazanah keilmuan untuk bertransformasi sesuai perkembangan zaman,” ungkap pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini.

Untuk diketahui, workshop yang digelar PW ISNU Jatim ini menghadirkan 3 narasumber. 

Dua narasumber pertama adalah Rektor Unisma Prof. Dr. Maskuri, M.Si., dan Prof. Jazidie, M.Eng., Ph.D. berbicara tentang success story dan best practice kampus masing-masing mendapatkan akreditasi unggul. 

Sedangkan Guru Besar Universitas Brawijaya (UB) Prof. Slamet Wahyudi, M.T., memberikan pedoman agar perguruan tinggi NU bisa mendapatkan akreditasi unggul.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pendidikan #isnu #universitas islam malang #unisma