Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kediri Book Party, Mengenalkan Buku Melalui Cara yang Menyenangkan

Ayu Ismawati • Senin, 29 April 2024 | 17:23 WIB
LITERASI: Anggota Kediri Book Party bertukar cerita setelah membaca buku saat berkumpul di Taman Hutan Kota beberapa waktu lalu.
LITERASI: Anggota Kediri Book Party bertukar cerita setelah membaca buku saat berkumpul di Taman Hutan Kota beberapa waktu lalu.

JP Radar Kediri - Di tengah hiruk pikuk pengunjung Taman Hutan Jayabaya, sekelompok anak muda ini tak berpaling dari bukunya. Ada yang lesehan, ada pula yang duduk di bangku yang tersedia. Menyebar di area ruang terbuka hijau di Jalan A. Yani tersebut. Seakan larut dalam setiap frasa yang dibaca.

Mereka adalah anggota komunitas pecinta buku Kediri Book Party. Satu komunitas yang punya cara unik dalam menyebarkan pemahaman literasi masyarakat. Mengajak semua orang dari berbagai usia dan kalangan untuk berpesta. Bukan pesta meriah dengan hentakan musik yang keras. Melainkan pesta bagi para pecinta buku.

“Awalnya karena saya sendiri suka baca buku, tapi nggak ada teman. Terus tahu ada Jakarta Book Party yang menginisiasi komunitas ini,” ujar person in charge (PIC) Kediri Book Party Faza Fauzia Az Zahra.

Semenjak itu, komunitas ini pun semakin tumbuh. Bertujuan meningkatkan literasi masyarakat. Terlebih di kalangan anak muda yang semakin krisis literasi.

“Apalagi sekarang banyak yang punya ketergantungan dengan gadget (gawai, Red),” ujar perempuan yang akrab disapa Zara itu.

Selama ini, memang membaca buku masih belum bisa dianggap sebagai budaya masyarakat Indonesia. Dianggap aktivitas yang membosankan. Lebih parah lagi, dianggap aktivitas yang hanya bisa dilakukan di perpustakaan atau sekolah.

Stigma itulah yang ingin didobrak komunitas ini. Bahwa membaca buku itu bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan. Pun bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja.

Kerap kali pertemuan mereka berlangsung di ruang-ruang publik. Seperti di Taman Hutan Jayabaya itu. Semua orang bebas membawa buku masing-masing. Yang tentunya juga dengan genre beragam.

Setelah satu jam membaca, barulah mereka saling bertukar cerita tentang isi buku yang dibaca. Semua bisa bercerita tentang dengan bebas. Tanpa harus merasa malu atau bahkan dihakimi.

“Kami ingin mengubah pandangan orang. Bahwa baca buku itu nggak membosankan. Dan di sini kami bisa sharing dan berkumpul di lingkungan yang aman dan kondusif,” beber perempuan 21 tahun itu.

Sebagai wadah masyarakat yang terbuka bagi siapa saja, peserta kerap kali tak hanya berasal dari Kota Kediri. Melainkan juga dari luar kota seperti Kabupaten Kediri, Blitar, dan Tulungagung.

“Setiap minggu kiami rutin adakan pertemuan. Tetapi pesertanya nggak pasti. Rata-rata sekitar 50 orang,” lanjut mahasiswi asal Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri itu.

Dalam setiap pertemuan, seolah pintu berbagai dunia terbuka. Buku-buku berbagai genre dan bahasa bermunculan. Mulai dari novel fiksi, non-fiksi, komik, hingga kitab agama. Setiap orang bisa mendengarkan dan belajar dari sudut pandang orang lain.

“Dulu bahkan pernah ada yang bawa kitab kuning. Memang nggak apa-apa, cuma agak nggak expect (menduga, Red) saja,” kenangnya sembari tertawa menceritakan saat salah satu peserta membawa dan menceritakan resume kitab kuning.

Sebagai komunitas hobi yang bergerak murni sukarela, tentu tidak mudah bagi Kediri Book Party untuk menjaga eksistensi. Terlebih dengan adanya berbagai komunitas serupa.

“Kami selalu upayakan untuk meningkatkan bonding (ikatan emosional antaranggota, Red). Karena untuk kebutuhan apapun, kami masih sepenuhnya dari anggota sendiri,” tandasnya.

Sadar dengan tantangan mempertahankan eksistensi yang besar, komunitas ini juga tetap menerapkan cara kekinian. Yakni, dengan mensosialisasikan kegiatan komunitas melalui media sosial. Dengan begitu, tak hanya minat bergabung dengan komunitas saja yang meningkat. Melainkan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mulai membaca buku.

“Karena menurut saya pribadi, kesadaran literasi masyarakat masih kurang. Jadi harus didorong,” pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #gemar membaca #membaca #buku