KEDIRI, JP Radar Kediri – Kegiatan pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik spesial Ramadan di MTs Negeri 3 Kediri berlangsung semarak kemarin (4/4). Sebanyak 50 siswa kelas 7 dan 8 dari tim ekstrakurikuler jurnalistik dan perwakilan OSIS yang didampingi guru pembinanya mengikuti acara edukatif tersebut di aula madrasah.
Kendati tengah berpuasa Ramadan, para siswa madrasah tsanawiyah di wilayah Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri itu tampak antusias dan bersemangat. Mereka mengikuti kegiatan kerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri ini dengan tekun.
“Ikuti (diklat jurnalistik) dengan maksimal meski puasa. Ini mencari ilmu. Insya Allah barokahnya banyak sekali,” tutur Kepala MTsN 3 Kediri Siti Aliyah S.PdI M.PdI di hadapan anak didiknya saat memberi sambutan sebelum membuka acara yang dimulai sekitar pukul 08.00.
Setelah mengikuti kegiatan, ia berharap, para peserta mempraktikkan ilmu yang diperoleh. Setidaknya untuk membangkitkan dan mengembangkan kembali media madrasahnya. “Nanti majalah madrasah harus diterbitkan seperti dulu lagi. Dikembangkan, lebih bagus dan kreatif agar menarik,” papar kepala madrasah yang pernah bertugas di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Kediri ini.
Tak hanya menerapkan ilmu menulis, Siti Aliyah pun berharap, siswanya mengaplikasikan ilmu fotografi yang diserap dalam diklat kemarin. Pasalnya, ia menilai, hal tersebut sangat penting untuk kebutuhan dokumentasi MTsN 3 Kediri. Terutama karya-karya di lembaganya. “Sekarang ini hasil karya dituntut ada bukti dokumentasi. Jadi harus betul-betul difokuskan. Tidak asal jeprat-jepret,” lontarnya.
Kepada para siswa, Siti Aliyah menuturkan, bekal ilmu jurnalistik akan berguna di masa depan. Bahkan setelah lulus. Sebab, materi diklat tak cuma up date ilmu pengetahuan. Namun juga menambah keterampilan di bidang kejurnalistikan. “Jadi jangan corat-coret tembok lagi. Tapi tuangkan kreativitas dalam bentuk karya tulis yang positif,” ujarnya.
Sementara itu, suasana diklat berlangsung interaktif. Para peserta tertarik dengan materi fotografi yang disampaikan Wahyu Adji Febrianto, fotografer Jawa Pos Radar Kediri. Mereka pun mengajukan pertanyaan seputar aktivitas memotret. “Bagaimana agar kuat mental dan tidak malu saat memfoto acara formal,” tanya Nazril Alwiyudin, siswa kelas VIII-G MTsN 3 Kediri.
Menanggapi pertanyaan itu, Adji menjelaskan, saat proses memotret fotografer tidak boleh kaku. Namun harus bisa mencairkan suasana. Caranya, melakukan pendekatan dulu. “Misalnya dengan diajak ngobrol. Anggap teman sendiri namun tetap dengan sikap santun,” urainya.
Selain fotografi, kegiatan diklat juga memberi materi media massa dan penulisan berita. Narasumbernya, Endro Purwito, staf redaksi Jawa Pos Radar Kediri. Dia mengurai, perkembangan media massa, medsos, kegiatan jurnalistik, dan bagaimana penulisan beritanya. Para peserta juga sempat praktik memotret.
Karya potret dua siswa terpilih sebagai foto terbaik dan dua siswa lainnya terpilih menjadi peserta teraktif. Mereka mendapat apresiasi doorprize dari Jawa Pos Radar Kediri. Setelah foto bersama, kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00.
Editor : Anwar Bahar Basalamah