KEDIRI, JP Radar Kediri – Sedikitnya 50 siswa MTs Negeri 5 Kediri antusias mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) jurnalistik spesial Ramadan kemarin (2/4). Kegiatan kerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri itu digelar di ruang laboratorium komputer, lantai 2 madrasah tsanawiyah di wilayah Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Kepala MTsN 5 Kediri Dra Fikrotul Azizah M.Ag mengapresiasi acara edukatif yang dihelat interaktif tersebut. Menurutnya, diklat jurnalistik yang diikuti perwakilan siswa kelas 7, 8, dan 9 dari tim jurnalistik majalah Mediasi, OSIS, dan ekstrakurikuler ini sangat bermanfaat.
“Terutama untuk meningkatkan skill (keterampilan) menulis dan mendorong minat menulis. Lebih penting lagi menulis dengan baik secara bertanggungjawab,” tutur kepala madrasah yang akrab disapa Bu Fik ini.
Di hadapan para siswa yang menjadi peserta diklat, ibu dua putra kelahiran Lamongan ini, mengimbau, agar kegiatan diikuti dengan tekun dan saksama. Sehingga peserta mampu menyerap materi yang disampaikan narasumber.
“Ikuti dengan baik agar nanti dapat menerapkan ilmu yang disampaikan,” ujar alumnus UIN Malang ini. Bu Fik berharap, siswanya terus mengasah dan melatih diri untuk membuat karya tulis. Nantinya hasil karya mereka dapat diekspose di media sosial, lewat blog maupun web.
“Karya yang diekspose dapat meningkatkan branding MTsN 5 Kediri. Dan, penulisnya bisa menjadi wartawan muda yang profesional dalam bidang pemberitaan karena melek dengan kaidah jurnalistik," papar Bu Fik seraya berharap kegiatan diklat jurnalistik menjadi agenda rutin. Demi mencetak generasi penulis yang cerdas dan kreatif di madrasahnya.
Acara yang dimulai sekitar pukul 08.30 kemarin menghadirkan dua pemateri dari JP Radar Kediri. Sesi pertama tentang fotografi diisi oleh Wahyu Adji Febrianto. Fotografer JP Radar Kediri ini mengulas soal elemen fotografi hingga setting kamera. “Sebelum memotret pastikan objek fokus. Sebab percuma sudah di-setting, kamera tidak fokus,” katanya.
Tak hanya itu, Adji pun mengungkap trik memotret menggunakan kamera telepon seluluer (ponsel) atau smartphone. Ia berpesan pada peserta diklat supaya memahami fitur kamera handphone-nya. “Lalu, atur arah memotret. Perhatikan angle dan jarak (objek) yang akan difoto,” terangnya.
Di sesi kedua, Endro Purwito, staf redaksi JP Radar Kediri, memaparkan materi media massa, jurnalistik, wawancara hingga melatih peserta menulis berita. “Dalam berita yang terpenting adalah menulis lead atau kepala beritanya. Biasanya berada di posisi alinea utama. Di sini kalimat-kalimatnya berisi informasi-informasi yang penting dan menarik,” urainya. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.30 setelah pemberian hadiah pada hasil karya fotografi terbaik lalu foto bersama.