KEDIRI, JP Radar Kediri– SMAN 1 Mojo menggelar acara pengajian dan salawat bersama kemarin (23/11). Kegiatan religi ini diadakan dalam rangka puncak acara Dies Natalis ke-20. Mengambil tema “Meraih Cita dengan Penuh Cinta”, pengajian dihadiri Muhammad Iqdam Kholid atau yang akrab disapa Gus Iqdam dan Hadrah Pusat Sabilu Taubah.
Pendakwah yang kini menjadi idola masyarakat tersebut ternyata merupakan alumni SMAN 1 Mojo. Acara dies natalis di lapangan SMAN 1 Mojo itu dipadati ribuan siswa dan masyarakat sekitar.
Dalam acara pengajian, Gus Iqdam berpesan agar para jemaah memanfaatkan lima perkara. Pertama, memanfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya. “Masa muda kalian harus diukir sebaik-baiknya dan kalian harus memiliki mimpi,” ujar alumnus lulusan tahun 2012 SMAN 1 Mojo tersebut.
Kedua, ia juga berpesan agar siswa SMAN 1 Mojo memanfaatkan kesehatan sebaik mungkin untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Ketiga, memanfaatkan rezeki dan jangan pernah disia-siakan. Keempat, Memanfaatkan waktu longgar atau senggang dengan sesuatu yang bermanfaat. Supaya di kemudian hari tidak ada penyesalan.
Dan kelima, memanfaatkan usia. “Selagui masih hidup, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya. Karena manusia yang cerdas adalah manusia yang senantiasa mengingat kematiannya,” tutur pendakwah asal Blitar ini.
Dalam Dies Natalis SMAN 1 Mojo itu, Gus Iqdam juga berharap, tempat ia dahulu menempuh pendidikan menengah atas itu menjadi sekolah yang mencetak generasi berkualitas. “Semoga SMAN 1 Mojo dapat selalu meluluskan siswa-siswi yang berkualitas dan berkarakter. Terlebih lagi daerah (Kecamatan) Mojo dekat dengan lingkungan pondok (pesantren),” harapnya.
Optimisme untuk SMAN 1 Mojo yang lebih baik juga disampaikan oleh Arif Syah Putra M.Pd. “Menghadirkan alumni yang dapat menjadi contoh dan panutan, saya ingin membangun kecintaan anak-anak dengan almamaternya,” ujar Kepala SMAN 1 Mojo tersebut.
Sebagai orang nomor satu di SMAN 1 Mojo sejak Oktober 2023, Arif melihat potensi besar pada lembaga pendidikannya. Terlebih dengan karakter siswa-siswinya.
“Awal di SMAN 1 Mojo saya kagum dengan sikap tawadu para siswa,” terangnya.
Selain pengajian dan salawat, Dies Natalis ke-20 SMAN 1 Mojo juga dimeriahkan tumpengan dan doa bersama pada Jumat (17/11).
Acara turut dihadiri tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa dalam pendirian SMAN 1 Mojo. Juga digelar bermacam lomba untuk guru dan siswa. Ada jalan kreasi serta penampilan dari masing-masing kelas.
Sementara itu, Drs Supriswanto M.Si, mantan Kepala SMAN 1 Mojo yang kini menjadi Kepala SMAN 2 Pare berharap, SMAN 1 Mojo menjadi sekolah yang unggul dan berkarakter.