Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Gelar Seni Budaya Pelajar Kota Kediri Ditutup dengan Ketoprak, Kepala Disdik Ikut Pentas

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 7 Agustus 2023 | 18:26 WIB
MANGGUNG: Kadisdik Anang Kurniawan (kanan) memerankan Prabu Lembu Amerdadu saat tampil dalam pertunjukan ketoprak berjudul Panji Semirang di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri (4/8) malam.
MANGGUNG: Kadisdik Anang Kurniawan (kanan) memerankan Prabu Lembu Amerdadu saat tampil dalam pertunjukan ketoprak berjudul Panji Semirang di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kota Kediri (4/8) malam.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri – Hanya 20-an menit para pejabat di dinas pendidikan (disdik) bermain ketoprak. Namun, meskipun singkat, sudah cukup untuk menghangatkan malam penutupan Gelar Seni Budaya Pelajar Kota Kediri (Genibudjari) ke-8 Jumat (4/8) malam. Dan, cukup mengundang sorak-sorai penonton yang memenuhi halaman kantor disdik di Jalan Mayor Bismo, Semampir itu.

Apalagi, salah satu pemerannya adalah Kadisdik Muhammad Anang Kurniawan. Lelaki ini memerankan tokoh Prabu Lembu Amerdadu, ayah Dewi Sekartaji. Meskipun tak tampil lama, penampilan sang kadisdik layak diacungi jempol.

“Selama ini (yang unjuk penampilan) masa muridnya terus. Gantian dong,” ucap Anang ketika ditemui sesaat setelah turun dari panggung.

Adegan yang menampilkan sang kadisdik ada di tengah dan akhir pertunjukan. Di akhir, ada adegan ketika lakon yang diperankannya-Prabu Lembu Amerdadu-menepis blangkon di kepala seseorang yang ternyata anaknya sendiri, Dewi Sekartaji. Beberapa saat setelah adegan itu, pertunjukan pun selesai.

Menurut Anang, selama ini pagelaran seni budaya pelajar se-Kota Kediri itu selalu diisi oleh pelajar saja. Untuk itu, tahun ini dia mengajak jajaran internal disdik ikut serta memeriahkan acara.

“Ini rutin digelar sebagai wadah untuk menampilkan kreativitas anak-anak PAUD, TK, SD, sampai SMP. Semua kami wadahi dalam momen ini,” ujar Anang terkait ketoprak berlakon ‘Panji Semirang’itu.  

Selain sebagai wujud melestarikan budaya, Anang menyebut pertunjukan itu juga bisa jadi momentum meningkatkan kekompakan. “Sebagai sarana untuk meningkatkan lagi kekompakan dan kerja sama tim di internal dinas pendidikan,” tandasnya.

Pertunjukan ketoprak yang diisi para pejabat disdik dan kepala sekolah tersebut dikemas dalam nuansa humor. Adalah Heri Setiawan, kepala SMPN 5 Kota Kediri, yang didapuk menjadi penyusun naskah dan sutradara.

Menurut Heri, kemampuan para aktor dadakan itu tergolong bagus. Sebab, mereka hanya berlatih tiga kali. Setelah itu geladi bersih di  halaman kantor disdik.

“Kesulitannya hanya di bahasa. Kalau untuk aktingnya dan mental bermain di panggung sudah luar biasa,” puji Heri, yang juga guru bahasa Jawa ini.

Untuk menyesuaikan dengan para pemain yang rata-rata belum pernah berakting di panggung, penyesuaian naskah pun dilakukan. Seperti lakon yang sengaja dibuat semi-humor.

“Jadi tidak terlalu tegang dan serius. Tapi ada pesan yang disampaikan,” jelasnya.

Misalnya, di tengah pertunjukan, pemain melontarkan sapaan ke penonton. Seperti yang dilakukan dua perampok yang diperankan Kepala SMPN 2 Handoko Wiyono dan Kepala SMPN 9 Tri Wahyudianto.

“Ada bapake dewe. Sugeng dalu Bapak Haji Siswanto,” sapa ‘perampok’ itu kepada mantan Kadisdik Siswanto yang turut menyaksikan pertunjukan malam itu.

 “Itu sebenarnya supaya ada komunikasi. Ketika penonton mulai nggak sambung, pemain melakukan improvisasi untuk bisa komunikasi lagi. Salah satunya menyapa itu. Jadi lebih luwes biar nggak terlalu tegang,” pungkas Heri.

Sementara itu, Dalam penutupan Genibudjari ke-8 itu tak hanya pertunjukan ketoprak saja. Namun juga penampilan seni yang lain. Seperti tari Caranggreng oleh siswa SMKN 2 Kota Kediri.

Setelah ketoprak para pejabat disdik tersebut masih ada pertunjukan lain. Yaitu pagelaran wayang dengan dalang pelajar SMPN 8 Kota Kediri. Mengambil lakon Wahyu Cakra Ningrat.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#seni budaya #pelajar #kesenian #ketoprak