Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Banyak SD Negeri Kekurangan Murid, Ini Penjelasan Disdik Kabupaten Kediri

Karen Wibi • Jumat, 4 Agustus 2023 | 16:38 WIB
SERIUS: Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah. Banyak peserta didik baru yang lebih memilih bersekolah di lembaga swasta.
SERIUS: Suasana kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah. Banyak peserta didik baru yang lebih memilih bersekolah di lembaga swasta.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Fenomena kekurangan murid sekolah dasar (SD) negeri di Kabupaten Kediri terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya karena banyak wali murid memilih memasukkan anaknya ke sekolah swasta. Terutama lembaga setingkat SD yang berbasis agama.

“Kami mencatatkan adanya tren orang tua menyekolahkan anaknya di lembaga berbasis agama,” ujar Kabid SD Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Nurhidayat Wasis.

Adanya fenomena tersebut bukan tanpa sebab. Karena bagi orang tua, sekolah swasta berbasis agama mampu menawarkan banyak hal. Selain diajarkan pendidikan formal, mereka juga mendapat pendidikan tambahan. Tentunya dengan porsi yang lebih banyak dari sekolah umum. “Jadi murni karena persaingan kualitas saja,” tutur Wasis.

Selain itu, dia juga menyebut jika sekolah berbasis agama banyak digunakan untuk ‘penitipan anak’. Orang tua murid tak bingung waktu kerjanya harus terganggu dengan aktivitas antar jemput anak. Lantaran jam pelajarannya relatif lebih panjang dibandingkan SD negeri.

Menyikapi hal ini, Wasis meminta seluruh SD negeri di Kabupaten Kediri untuk terus berinovasi. Salah satunya dengan meningkatkan kualitas pendidikan di lembaganya masing-masing. Dengan harapan agar sekolah tersebut tak kalah saing. Terlebih, harus ditutup karena tak memiliki murid di kemudian hari.

Terpisah, Kepala SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah Tri Wahyuni mengatakan ada kemungkinan jika sekolahnya dapat digabung. Terlebih, setelah melihat kondisi sekolah yang tidak dapat memenuhi jumlah rombongan belajar (rombel) selama beberapa tahun.

Kendati demikian, Tri tetap berusaha agar sekolah yang dipimpinnya tidak dilakukan merger. Salah satunya dengan peningkatakan inovasi di sekolah. Yaitu seperti kelas hafalan ayat Alquran. “Insha Allah sekolah di sini 6 tahun pasti sudah sudah hafalan hingga 30 Juz,” tandasnya.

Untuk diketahui, setidaknya ada 151 SD negeri di Kabupaten Kedir yang selalu kekurangan murid selama beberapa tahun ini. Artinya dalam satu tahun, sekolah tersebut hanya menerima kurang dari 28 murid.

Seperti halnya yang terjadi di SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah. Lembaga ini hanya mendapat satu murid baru tahun ini. Hal serupa juga dialami oleh SDN Gadungan 2 yang berada di Kecamatan Puncu.

Dari 151 SD negeri tersebut, 57 di antaranya termasuk kekurangan murid secara ekstrem. Dengan kondisi tersebut, Wasis menyebut ada kemungkinan jika lembaga tersebut akan digabung atau merger dengan sekolah sekitar.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#disdik #sd negeri #kekurangan murid