Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

SD Negeri di Gurah Kabupaten Kediri Ini Hanya Dapat 1 Murid, Talita Namanya

Karen Wibi • Rabu, 2 Agustus 2023 | 13:00 WIB

ROMBEL TAK PENUH: Belasan siswa SDN Sukorejo, Gurah belajar di kelas.
ROMBEL TAK PENUH: Belasan siswa SDN Sukorejo, Gurah belajar di kelas.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Persaingan SD swasta dengan negeri di Kabupaten Kediri kian ketat. Sedikitnya ada puluhan sekolah yang jumlah siswanya dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2023/2024 tak sampai satu rombel. Bahkan, SDN Sukorejo, Gurah hanya mendapat satu siswa!.

‘Tahun ini sekolah kami hanya mendapatkan satu murid saja,” aku Kepala SDN Sukorejo Tri Wahyuni kepada wartawan koran ini. Satu-satunya murid yang sekarang duduk di bangku kelas 1 itu bernama Talita Syahira. Gadis cilik itu bersekolah di sana karena dekat dengan rumah. Jaraknya kurang dari 500 meter.

Sehari-hari, Talita berangkat dengan diantarkan oleh sang ayah. Sesampainya di sekolah, Talita akan langsung masuk ke ruang kelas 1 SDN Sukorejo. Jika biasanya ruang kelas dipenuhi banyak murid, Talita hanya belajar sendiri.

Baca Juga: Pemkab Nganjuk Bagikan 1.200 Telur untuk Tekan Stunting

Tak ayal, pembelajaran di kelas tak ubahnya kelas privat. Dari 20 bangku yang ada di kelas, hanya satu saja yang terisi. Meski demikian, menurut Tri pembelajarannya tak berbeda dengan kelas yang penuh. “Dia tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seorang diri di kelas,” lanjut perempuan yang baru menjabat sekitar 6 bulan itu.

Tri bersyukur, Talita tergolong anak yang cerdas. Saat masuk sekolah juga sudah lancar baca, tulis, dan hitung (calistung). Untuk melatih kemampuannya bersosialisasi, kadang Talita diikutkan kelas lain.

PRIVAT: Talita Syahira, satu-satunya siswa kelas 1 di SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
PRIVAT: Talita Syahira, satu-satunya siswa kelas 1 di SDN Sukorejo, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.


Seperti kemarin, Talita mengikuti pembelajaran bersama anak kelas dua. “Tujuannya agar Talita tak selalu sendirian,” terang Tri sembari menyebut fenomena kekurangan murid tidak hanya terjadi tahun ini. Tahun lalu, sekolah di Jl DR Sutomo itu juga hanya mendapat 10 murid. Padahal satu rombel minimal 20 murid.

Diakui Tri, penyebab sekolahnya kekurangan murid karena persaingan yang ketat dengan banyak sekolah di sekitarnya. Di lingkungan tersebut setidaknya ada satu SD negeri dan empat sekolah swasta. Jaraknya kurang dari 1 kilometer (km).“Sekarang trend-nya banyak orang tua yang menyekolahkan anaknya di MI (madrasah ibtidaiyah),” paparnya.

Terpisah, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Inul Dwi Astuti membenarkan jika SDN Sukorejo hanya mendapat satu murid di tahun ini. Menurut perempuan berhijab itu, ada beberapa alasan mengapa SDN Sukorejo sepi peminat. Salah satunya adalah kalah saing dengan sekolah lain. “Saat ini sekolah juga jumlahnya sangat banyak, akhirnya ada persaingan tersebut,” jelasnya sembari memastikan Talita tetap mendapat pendidikan yang memadai.

Baca Juga: Ini Kelebihan Kasatlantas Polres Kediri AKP Rahandy Gusti Pradana

Terpisah, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Nurhidayat Wasis yang dikonfirmasi tentang jumlah sekolah yang perolehan siswanya minim mengaku belum bisa menyebut secara detail. Meski demikian, menurut Wasis saat ini pihaknya tengah mengkaji 47 sekolah untuk di-merger. “Kami adakan kajian dengan UM (Universitas Negeri Malang, Red),” ungkapnya.

Disdik tinggal menunggu hasil kajian tersebut. “Berapa yang di-merger nanti menunggu hasil kajian. Apakah 47 sekolah itu semua di-merger atau sebagian,” terang Wasis tentang nasib puluhan sekolah yang selama beberapa tahun terakhir jumlah siswanya kurang dari 20 anak tersebut.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#tahun ajaran baru #siswa baru #kekurangan murid #siswa sd