Untuk diketahui, sedikitnya ada 7.060 siswa yang mendaftar jalur afirmasi di SMA/SMK Kediri Raya. Mereka memperebutkan 919 pagu di 22 sekolah yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri. Adapun 6.141 pendaftar lainnya masih harus berjuang di PPDB tahap II jalur prestasi akademik agar bisa masuk sekolah negeri.
Setelah siswa mengunggah kelengkapan berkas secara online, mulai kemarin panitia melakukan verifikasi berkas. Salah satunya dengan mengecek kondisi rumah pendaftar dengan sistem sampling. “Kami melakukan sampling terhadap 11 rumah siswa (pendaftar, Red),” kata Waka Kesiswaan SMAN 1 Kediri Ashari.
Survei ke rumah peserta didik ini menurutnya dilakukan atas inisiatif sekolah. Mereka sengaja melakukan sampling karena keterbatasan tenaga dan jumlah pendaftar yang mencapai ratusan. “Untuk mengantisipasi barangkali ada ketidaksesuaian (data, Red),” terangnya sembari menyebut beberapa tahun lalu masih ditemui siswa dari keluarga kaya yang mendaftar lewat jalur afirmasi siswa miskin.
Menindaklanjuti ketidaksesuain berkas tersebut, panitia lantas langsung mencoret pendaftar dari jalur afirmasi siswa miskin. Mereka dinyatakan tidak lolos karena tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Terpisah, Kasi SMA PK-PLK Cabdisdik Jatim Wilayah Kediri Chairul Effendi menyebut sekolah tidak wajib melakukan survei ke rumah siswa. Meski demikian, jika hal tersebut dilakukan justru lebih baik.
Chairul meyakini jika siswa yang memegang Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan kartu program lain itu memang layak untuk masuk kategori siswa kurang mampu. Hanya saja, dia tidak menampik kemungkinan adanya siswa yang tidak memenuhi syarat. Di antaranya, dari pemegang surat keterangan tidak mampu (SKTM)
Seperti halnya Ashari, jika ditemukan ada siswa yang ternyata mampu, otomatis mereka akan dicoret dari jalur afirmasi siswa miskin. “Otomatis dialihkan ke pendaftar lainnya (yang memenuhi syarat, Red),” papar Chairul sembari menyebut verifikasi berkas dilakukan hingga hari ini, sebelum kemudian diumumkan Jumat (23/6) besok.
Sementara itu, PPDB SMP negeri di Kabupaten Kediri akan dimulai minggu depan. Sebanyak 52 lembaga yang tersebar di puluhan kecamatan itu memiliki 414 rombongan belajar (rombel). Sedikitnya mereka bisa menampung 14.318 siswa.
PPDB di Kabupaten Kediri akan dimulai Senin (26/6) hingga Rabu (28/6). Jadwal pendaftaran yang sudah dekat membuat sejumlah wali murid mulai bersiap. Seperti di SMPN 1 Purwoasri, beberapa wali murid sudah bertanya-tanya ke sekolah terkait pelaksanaan PPDB tersebut. “Satu-dua sudah ada yang bertanya kepada kami,” ujar Kepala SMPN 1 Purwoasri Puguh Supratiknyo.
Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Fadeli menambahkan, awal minggu depan merupakan waktu pendaftaran untuk tiga jalur. Mulai jalur prestasi, afirmasi, dan pindah tugas. Dia berharap calon peserta didik maupun wali murid tidak terlewat dengan jadwal tersebut.
“Jangan sampai terlewatkan kalau memang berencana mengambil jalur prestrasi, afirmasi, maupun pindah tugas,” tandas Fadeli.
Untuk diketahui, puluhan kecamatan di Kabupaten Kediri akan dibagi dalam empat zonasi. Yaitu, zona Pare, Papar, Ngadiluwih, dan Grogol. Zona Pare meliputi Kecamatan Pare, Kepung, Puncu, Kandangan, Gurah, Plosoklaten, dan Badas. Kemudian, zona Papar diisi Kecamatan Papar, Purwoasri, Plemahan, Kunjang, Pagu, dan Kayenkidul.
Selanjutnya, zona Ngadiluwih terdapat Kecamatan Ngadiluwih, Kras, Kandat, Ringinrejo, Wates, dan Ngancar. Terakhir, zona Grogol meliputi Kecamatan Grogol, Banyakan, Semen, Mojo, Tarokan, Gampengrejo, dan Ngasem.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah