“Ikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya. Sebab sesuatu yang kita pelajari pasti akan kita pakai di masa depan,” kata Kepala SMPN 1 Gurah Ririn Kasiani yang membuka acara edukatif sekitar pukul 08.00 itu.
Dengan pelatihan tersebut, Ririn berharap, bisa lahir jurnalis-jurnalis yang andal, berintegritas, dan profesional dari SMPN 1 Gurah. Sehingga dapat memberikan informasi yang positif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat. “Termasuk ketika menyampaikan informasi di media sosial (medsos). Bermedsoslah dengan baik. Lebih dewasa dan bijaksana,” tuturnya.
Usai pembukaan acara, Wahyu Adji, fotografer JPRK, menyampaikan materi foto jurnalistik. Berbeda dengan teknik fotografi lain, foto jurnalistik lebih menekankan pada pesan yang ingin disampaikan. “Jadi fokusnya lebih ke cerita dari foto tersebut,” terang fotografer jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini.
Lajang yang karib disapa Adji ini juga memaparkan materi jenis-jenis fotografi dan teknik dasar pemotretan. Tak hanya memotret dari kamera digital. Namun juga memfoto menggunakan kamera handphone (HP). Dengan teknik yang dikuasai, kualitas foto smartphone tak kalah berkualitas.
“Hasil potret dari ponsel sudah bagus. Bahkan bisa layak untuk cover halaman majalah,” ungkapnya. Yang terpenting, lanjut Adji, pahami cara setting dan fitur kamera. Perhatikan pula pencahayaan, keseimbangan atau komposisi foto.
Pemateri kedua, Endro Purwito, staf redaksi JPRK, memberikan materi tentang media massa, meliputi media cetak, elektronik maupun digital. Juga tentang konvergensi media. Selain itu, peserta pun dilatih menulis berita. “Menulis berita harus faktual, aktual, menarik, dan berimbang. Berita juga mesti lengkap dengan unsur 5W+1H,” paparnya.
Di akhir sesi, peserta diklat langsung praktik fotografi dan menulis berita. Mereka juga berkompetisi. Sebab, tim JPRK memberikan hadiah pada karya foto dan tulisan berita terbaik. “Saya baru pertama ikut pelatihan jurnalistik dan senang sekali. Apalagi, saya senang memotret. Jadi dapat banyak ilmu fotografi,” kata Radista Febrilla Agneza, siswi kelas 8F SMPN 1 Gurah.
Danilo Raditya Kasyafani, dari kelas 7C, pun antusias dengan pelatihan itu. Dia mengaku, mendapat banyak wawasan baru. Tak hanya termotivasi mengasah keterampilan memotretnya. Namun, juga keberaniannya menulis berita. “Baru pertama ikut. Sekarang jadi tahu banyak soal fotografi dan tulisan berita,” urai remaja yang potretnya mendapat apresiasi tim JPRK kemarin.
Editor : Anwar Bahar Basalamah